Marinir Kerahkan Komandan Harimau TNI ke Pulau Kosong Samudera Hindia

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Korps Marinir militer Tantara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut tengah mempersiapkan pasukan untuk dikerahkan menjaga pulau-pulau terluar di wilayah barat Indonesia.

Berdasarkan siaran resmi Pasukan Marinir (Pasmar) 1 dilansir VIVA Militer, Rabu 17 Maret 2021, apel kesiapan personel dan kelengkapan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pam Puter) XXV wilayah barat 2021 di Lapangan Apel Brigif 1 Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan.

Dalam apel yang dipimpin langsung oleh Komandan Pasmar 1, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Hermanto, Korps Marinir telah menyiapkan sebanyak 58 prajurit TNI untuk dikerahkan menjaga pulau-palau terluar.

Semua prajurit Marinir yang terlibat dalam Satgas Pam Puter itu berasal dari Pasmar 1 yang dipimpin oleh Komandan Kompi Harimau Perkasa Batalyon Infanteri 6 Marinir, Letnan Satu Marinir Pramarchta Wiratama.

Pasukan Marinir akan ditempatkan di 3 pulau terluar dari Indonesia. Yang pertama adalah Pulau Rondo, sebuah pulau tak berpenghuni alias kosong yang berada paling jauh dari Indonesia.

Pulau ini berada tengah Samudera Hindia di perairan Laut Andaman, sekitar 50 kilometer dari ujung terbarat Pulau Sumatera yang berbatasan langsung dengan wilayah teritorial maritim kedaulatan India.

Kemudian Pulau Berhala di Selat Malaka, Kecamatan Tanjung Beringin, kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Dan Pulau Sekatung di Natuna dekat Laut China Selatan.

Dalam amanatnya, Danpasmar 1, Brigjen TNI Mar Hermanto menyampaikan, tugas operasi yang dilaksanakan ini adalah untuk menjaga kedaulatan wilayah dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga segala sesuatu dan tindakan harus dilaksanakan sesuai dengan protap yang ada agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya yakin dan percaya kalian semua akan mampu menjalankan tugas yang mulia ini dengan penuh tanggung jawab, saya minta kalian berangkat 58 orang, saat kembali pun lengkap 58 orang tanpa ada kekurangan suatu apapun. Saya juga berpesan agar satgas ini dapat bekerja sama dengan sesama satgas lainnya, baik dari TNI maupun Polri serta para tokoh agama dan tokoh Masyarakat, sehingga terjalin komunikasi sosial yang harmonis dan dapat tercipta suasana yang kondusif selama melaksanakan penugasan," kata Brigjen TNI Mar Hermanto.

Sebelum diberangkatkan pada Juni 2021, 58 pasukan yang terlibat dalam satgas ini akan menjalani pra-satgas, pembekalan materi tiap-tiap bidang mulai dari perencanaan, intelijen, operasi, personel dan logistik.

Baca: Berhasil Tembus Goa Baliem, Pasukan Tengkorak TNI Ungkap Kisah Papua