Marinir TNI AL Akan Kerahkan Pasukan Pendarat ke Papua

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Korps Marinir TNI Angkatan Laut dikabarkan akan kembali mengerahkan prajurit tempurnya ke Papua. Pasukan yang akan dikerahkan berasal dari Pasmar 2 Marinir Sidoarjo. Mereka akan ditugaskan dalam operasi pengamanan wilayah Muara dan Perairan yang tergabung dalam Satgasmar Pam Mupe Papua.

Sebelum diberangkatkan ke Papua, prajurit pilihan Pasmar 2 Marinir itu pada hari Rabu, 24 Maret 2021 kemarin melaksanakan latihan Pratugas yang dihadiri secara langsung oleh Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi.

Dilansir VIVA Militer, Kamis, 25 Maret 2021, Danpasmar 2 Marinir, Brigjen TNI Ipung Purwadi menyampaikan, bahwa penugasan merupakan kepercayaan, kehormatan sekaligus kebanggaan bagi prajurit TNI.

Oleh karena itu, lanjut Danpasmar 2, penugasan yang diberikan kepada prajurit Pasmar 2 Korps Marinir harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Komandan Pasmar 2 juga menceritakan tentang sejarah, situasi dan kondisi saat ini di daerah penugasan yang akan dilaksanakan oleh para prajurit Pasmar 2 Korps Marinir yaitu di Papua.

Menurutnya, Satgasmar Pengamanan Muara dan Perairan dibentuk dan disiapkan untuk melaksanakan tugas dan mengoptimalkan operasi pengamanan Muara serta Perairan di wilayah Papua.

"Maka perlu Latihan Pratugas dilaksanakan agar para prajurit yang terlibat dalam penugasan tersebut memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai kondisi, situasi serta kemungkinan yang dapat terjadi di daerah operasi," kata Komandan Pasmar 2, Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi.

Lebih jauh lagi Danpasmar 2 menjelaskan, dalam Latihan pratugas nanti, para prajurit akan diberikan beberapa materi diantaranya bidang hukum, teritorial, intelijen, tempur dan Komlek, oleh karena itu manfaatkan latihan pratugas ini dengan sebaik-baiknya sebagai bekal pengetahuan dalam melaksanakan tugas operasi Mupe di wilayah Papua.

“Muara, Rawa, Sungai dan Pesisir adalah medan pertempuran prajurit pasukan pendarat yang sesungguhnya, untuk itu prajurit Korps Marinir perlu mengenal dan memahami karakteristik kekhasan daerah latihan. Selain melaksanakan tugas pokok sebagai pasukan pendarat, prajurit Korps Marinir perlu ekstra dalam menjaga keamanan, baik personel maupun material dalam setiap kegiatan, agar latihan terlaksana dengan Zero Accident, siapkan mental dan fisik guna kelancaran dan kesuksesan Latihan Pratugas Mupe," tutupnya.

Baca: Mengenang Syarwan Hamid, Komandan TNI yang Sukses Taklukkan GAM Aceh