Ternyata Kolonel Marinir TNI Dibegal saat Bersepeda Menuju Markas

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Letkol Marinir Gugun Saeful Rachman membenarkan insiden percobaan pencurian dengan kekerasan atau pembegalan yang dialami oleh salah seorang prajurit Marinir yang bernama Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko.

Menurut Kadispen Kormar, kejadian percobaan pencurian dengan kekerasan atau pembegalan itu terjadi ketika korban, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menjalankan rutinitasnya setiap hari gowes atau bersepeda dari kediamannya yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan menuju kantornya Markas Komando Korps Marinir Kwitang, Jakarta Pusat.

"Beliau hampir setiap hari berangkat kerja gowes dari kediamannya di Cilandak ke Mako Kormar Kwitang," kata Letkol Marinir Gugun Saeful Rachman kepada VIVA Militer, Senin, 26 Oktober 2020.

Saat ini, lanjutnya, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko masih dalam perawatan intensif dari tim dokter RSAL Dr.Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. "Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Letkol Gugun

Sebagaimana diberitakan VIVA Militer sebelumnya, seorang prajurit TNI dari Korps Marinir TNI AL, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko pagi tadi menjadi korban percobaan pencurian dengan kekerasan alias pembegalan di sekitar Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Pelaku yang menggunakan sepeda motor itu berusaha merampas tas kecil berisi HP milik Kolonel Marinir Pangestu. Akibat insiden itu, Kolonel Pangestu terluka di bagian pelipis mata kirinya. Dan sepeda yang digunakan sehari-hari juga patah karena ulah pembegal yang hingga saat ini masih belum diketahui identitasnya tersebut.

Baca juga : Kolonel Marinir TNI Diserang Begal Saat Bersepeda di Monas