Marinir TNI Siapkan Pasukan Gerak Cepat Hadapi Kerusuhan Demonstran

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ternyata selain cara-cara asyik dan humanis dalam mengamankan unjukrasa, pasukan Marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga menyiapkan cara yang tegas dalam menghadapi kerusuhan demonstrasi.

Bahkan, kini Marinir telah menyiapkan pasukan gerak cepat untuk menghadapi tindakan anarkis demonstran dan kerusuhan.

Berdasarkan informasi yang dilansir VIVA Militer, Jumat 23 Oktober 2020, dari TNI AL, pasukan gerak cepat anti kerusuhan itu terlihat dalam latihan simulasi pengendalian huru hara yang digelar di lapangan apel Kesatriaan Marinir Seotaedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini.

Dalam latihan itu, pasukan gerak cepat anti kerusuhan yang disiapkan berasal dari Batalyon Perbekalan dan Peralatan 2/ Marinir. Pada latihan itu, pasukan Penanggulangan Huru Hara (PHH) Yonbekpal 2/Marinir dibekali sejumlah materi latihan anti huru-hara. Seperti latihan formasi, latihan penindakan masa, dan latihan penyelamatan korban massa.

Untuk latihan formasi ada empat jenis formasi yang dilaksanakan antara lain formasi bersaf, formasi paruh lembing, formasi eselon kanan dan kiri, serta formasi haluan kanan maupun haluan kiri, selama kurang lebih dua jam pasukan peleton PHH dengan penuh semangat memperagakan gerakan demi gerakan secara apik sesuai instruksi yang diberikan pelatih pasukan anti huru hara Peltu Marinir Bandung Supriyadi.

Menurut Komandan Yonbekpal 2 Mar, Letnan Kolonel Marinir Ari Eko Daryanto, latihan simulasi pengendalian huru hara tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam penanganan huru hara bila sewaktu-waktu dibutuhkan dan digerakkan untuk pengamanan bergabung dengan kepolisian. Terutama karena saat ini sedang marah unjukrasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

"Ini adalah salah satu uji petik penilaian kecakapan prajurit, sebagian dari tugas sebagai seorang prajurit dapat diuji sampai sejauh mana bertindak cepat dan tepat. Dengan memahami siapa berbuat apa, apabila dalam menghadapi setiap penugasan," kata Letkol Ari.

Untuk diketahui, selama ini prajurit Marinir menjadi salah satu pilihan utama TNI untuk terlibat dalam Satuan Tugas Pengamanan Unjukrasa, terutama untuk pengamanan wilayah Ibukota Jakarta. Dan terbukti dalam beberapa demonstrasi yang berakhir dengan keributan, Marinir selalu mampu mengatasinya tanpa senjata.

Baca: Kesaksian Prajurit TNI Kemunculan Api Malam Jumat di Kompleks Pelindo