Marinus cukup puas meski raih perunggu para-renang

Perenang difabel Marinus Melianus Yowei mengaku cukup puas meski hanya bisa meraih medali perunggu cabang olahraga para renang nomor 100 meter gaya dada putra SB13 ASEAN Para Games 2022.

Berlomba di Stadion Jatidiri, Semarang, Senin, perenang kelahiran Papua tersebut mencatatkan waktu terbaik ketiga, yakni 1 menit 21,50 detik.

Medali emas diraih perenang Vietnam Quoc Phi Tran dengan waktu 1 menit 14,90 detik, sedangkan medali perak diraih perenang Singapura Zhi Wei Wong (1 menit 15,69 detik).

Baca juga: Aris Wibawa persembahkan emas untuk HUT Indonesia

Meski demikian, Marinus masih memegang catatan waktu terbaik untuk nomor tersebut yang dicetaknya pada APG 2017 di Malaysia dengan waktu 1 menit 14,57 detik.

"Ya, pertandingan tadi sudah maksimal. Lomba hari ini cukup memuaskan, latihan juga cukup. Masih ada empat nomor lagi (yang diikuti)," kata peraih dua medali emas di APG Malaysia 2017 itu.

Marianus masih turun pada empat nomor lagi, yakni estafet gaya ganti, 100 meter gaya bebas putra, 50 meter gaya bebas putra, dan 50 meter gaya dada putra.

Kontingen Indonesia memperebutkan 21 medali emas pada hari pertama perlombaan cabang olahraga para renang ASEAN Games 2022 yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang.

Antara lain, nomor 400 meter gaya bebas putra S7, 400 meter gaya bebas putra S9, 100 meter gaya dada putra SB11, 100 meter gaya dada putra SB13, 100 meter gaya dada putri SB12, 100 meter gaya dada putra SB7, 100 meter gaya dada putra SB8.

Baca juga: Putri Aulia jadikan ASEAN Para Games 2022 sebagai yang terakhir

100 meter gaya dada putra SB9, 100 meter gaya dada putri SB8, 100 meter gaya dada putri SB9, 100 meter gaya bebas putra S9, 100 meter gaya bebas putra S8, 100 meter gaya bebas putra S7.

Indonesia adalah tuan rumah pengganti APG 2022, setelah Vietnam memutuskan mundur. Pelaksanaannya digelar di dua kota, yakni Solo dan Semarang (khusus para-renang).

APG 2022 diikuti 11 negara, yakni Indonesia menurunkan 323 atlet, Thailand (303 atlet), Vietnam (119 atlet), Kamboja (112), Filipina (144), Malaysia (70), Myanmar (69), Singapura (37 atlet), Laos (37), Timor Leste (15 atlet), dan Brunei Darussalam dengan kontingen paling sedikit yakni 13 atlet.

Mereka akan bersaing dalam 14 cabang olahraga yakni, blind judo, para-atletik, para-renang, para-tenis meja, para-bulu tangkis, para-catur, bola voli duduk, CP Football, para-angkat berat, para-panahan, boccia, goalball, bola basket kursi roda, dan tenis kursi roda.

Baca juga: Aris Wibawa sumbang emas pertama para-renang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel