Mario Balotelli, Striker Berkelas yang Kini Cuma Jadi Ampas

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nasib buruk dialami Mario Balotelli. Dulu dia sempat tampil di klub papan atas Eropa, kini Super Mario berstatus pengangguran dan belum mendapatkan klub baru.

Sikap buruk Balotelli membuat banyak klub ogah menampungnya. Musim lalu saja, pemain 30 tahun berbuat onar di Brescia yang membuat klub memutus kontraknya.

Balotelli mangkir dari latihan Brescia tanpa alasan jelas. Saat Brescia terdegradasi ke Serie B, kontraknya secara otomatis diputus.

Hal ini tentu saja sangat disayangkan. Mengingat saat ini Balotelli berusia 30 tahun, yang seharusnya menjadi usia matang seorang pesepakbola.

Baca juga: Mancini Kasihan Lihat Mario Balotelli yang Jadi Pengangguran

Balotelli hanya bisa menyesali sikapnya. Pemain 30 tahun ini mengenang masa-masa jayanya saat memperkuat Inter Milan, Manchester City, AC Milan, dan Liverpool.

Salah satunya, selebrasi ikonik Balotelli usai mencetak dua gol ke gawang Manchester United Old Trafford, 23 Oktober 2011. Super Mario membawa ManCity menang telak 6-1.

Usai mencetak gol, Balotelli menunjukkan tulisan di kaosnya. Why Always Me, atau mengapa selalu saya, menjadi gaya selebrasi yang hingga kini masih dikenang.

Balotelli sempat dikaitkan dengan klub Serie C, Como 1907. Klub ini dimiliki orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono.

Selain itu, mantan pemain Liverpool dan ManCity ini sempat dikaitkan dengan Genoa. Namun, semua kabar tersebut menguap begitu saja. Hingga kini, Balotelli belum mendapatkan klub baru.