Mario Bernardo dan Djodi Supratman Jadi Tersangka

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Djodi Supratman dan Mario Carmelio Bernardo, sebagai tersangka dugaan suap perkara.

Satus hukum keduanya ditingkatkan, setelah menjalani pemeriksaan di KPK, dan ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat mereka.

"KPK sudah meningkatkan status dua orang yang ditangkap KPK kemarin, ke tahapan selanjutnya (penyidikan)," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto melalui pesan singkatnya, Jumat (26/7/2013).

Selanjutnya, jelas Bambang, pihaknya akan melakukan pemeriksaan intensif, serta memanggil saksi-saksi.

"Saat ini, mereka ditahan di Rumah Tahanan KPK," ucap Bambang.

Seperti diketahui, Djodi Supratman merupakan Staf Diklat di Mahkamah Agung (MA). Sedangkan Mario C Bernardo merupakan seorang pengacara yang berpartner dengan kantor firma hukum Hotma Sitompul.

Djodi ditangkap di bilangan Monas, Jakarta Pusat, ketika sedang menumpang ojek, Kamis (25/7/2013) pukul 12.15 WIB.

KPK menyita uang Rp 80 juta dari tangan Djodi. Sedangkan Mario ditangkap di kantor Hotma Sitompul di Jalan Martapura, Jakarta Pusat, pukul 13.20 WIB di hari yang sama.

Diduga, uang yang diamankan merupakan suap perkara yang sedang ditangani di MA. (*)

Baca Juga:

Penangkapan Pengacara Bagus untuk Terapi Kejut

Honor Irjen Badrodin di Kamboja 4.000 Dolar AS

Pegawai MA yang Ditangkap KPK Bergaji Rp 4 Juta

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.