Mario Teguh Mengaku Kelelahan Namanya Terseret Dalam Kasus Robot Trading Net89

Merdeka.com - Merdeka.com - Nama Mario Teguh tengah terbawa dalam kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang robot trading Net89. Dirinya yang periksa sebagai saksi oleh penyidik Bareskrim Polri mengaku kurang enak badan lantaran berita yang beredar.

"Agak kelelahan ya karena dari pagi dan sebetulnya sebelumnya karena ada berita-berita ini membuat stress pak mario," kata kuasa hukum Mario Teguh, Elza Syarief kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (10/11).

Nama Mario Teguh muncul usai penyidik melakukan pendalaman terhadap para tersangka kasus Robot trading Net89. Terlebih dari kasus tersebut nominal angka yang didapat terbilang sangat besar.

"Apalagi kita lihat tertangkap uang sampai 1 T, buset. Kita juga surprise," ungkapnya.

Adapun selama pemeriksaan yang dilakukan penyidik selama kurang lebih delapan jam. Mario harus menjawab semua pertanyaan yang digelontorkan oleh penyidik.

"Kita menjawab 28 pertanyaan. Seputar pengetahuan tentang apa yg terjadi masalah Net89," ungkap Elza.

Terlebih, ketika Mario Teguh disurati pemanggilan Bareskrim. Dia mengaku merasa dirugikan yang secara tidak langsung nama baiknya turut tercemar.

Sebelumnya, Motivator Mario Teguh mendadak menyambangi Gedung Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Dia ingin memberikan klarifikasi soal dugaan keterlibatannya dengan kasus Robot Trading Net89.

Kuasa hukum Mario Teguh, Elza Syarif menegaskan, kliennya tidak menerima surat panggilan dari penyidik Bareskrim Polri sehingga tak bisa dianggap mangkir dari pemeriksaan. Kedatangan Mario Teguh murni inisiatif sendiri usai mendengar berita soal pemanggilannya.

"Karena lihat berita. Tidak ada panggilan," tegas Elza kepada wartawan, Kamis (10/11).

"Tidak ada panggilan, tapi kita lihat berita. Kita itikad baik untuk menjelaskan. Ini itikad baik ya," imbuhnya.

Mario Teguh tampak mengenakan baju batik warna cokelat terang bercampur warna hijau saat tiba di Bareskrim Polri. Mengenakan masker hitam, dia tidak menyampaikan sepatah katapun kepada awak media.

[fik]