Mark Hoppus Blink-182 Akan Jalani Tes terkait Kankernya: Mungkin Menentukan Apa Aku Akan Hidup atau Meninggal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Mark Hoppus Blink-182 kembali mengabarkan soal kondisi kesehatannya, setelah menyatakan dirinya terkena kanker.

Dalam cuitan di Twitter resminya, Minggu (11/7/2021), ia mengungkap akan segera menjalani tes untu melihat seberapa parah penyakitnya ini.

"Maaf jika aku terlalu banyak bercerita, tapi aku merasa sangat tak nyata, bahwa minggu ini aku akan menjalani tes yang mungkin akan menentukan apakah aku akan hidup atau mati," tutur bassist Blink-182 ini.

Terima Kasih

Mark Hoppus. (Instagram/ markhoppus)
Mark Hoppus. (Instagram/ markhoppus)

Selanjutnya, ia mengucap terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya.

"Terima kasih kepada semua orang atas pikiran positif dan dukungannya. Aku membaca semua komentar kalian, dan ini sangat berarti bagiku," tutur pelantun "Another Girl, Another Planet" ini.

Dua Opsi

Unggahan Mark Hoppus. (Twitter/ markhoppus)
Unggahan Mark Hoppus. (Twitter/ markhoppus)

Ia mengatakan ada dua kemungkinan pengobatan yang bisa dijalaninya.

"Aku akan mengalahkan ini lewat kemoterapi atau lewat transplantasi sumsum tulang, tapi intinya aku bertekad untuk menendang bokong kanker ini tepat di b*j*," tulisnya.

Pria 49 tahun ini juga membagikan sebuah foto hasil pemindaian, memperlihatkan jaringan kanker di dekat lehernya.

Jalani Kemoterapi

Mark Hoppus mengungkap bahwa ia menderita kanker pada akhir Juni lalu.

"Dalam tiga bulan terakhir aku menjalani kemoterapi untuk kanker," tuturnya dalam sebuah cuitan di Twitter. Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut kanker apa yang ia derita.

Tetap Optimistis

Kala itu ia menyebut perjalanannya menuju kesembuhan masih sangat panjang.

"Aku masih akan melakukan perawatan dalam beberapa bulan ke depan, tapi aku mencoba untuk tetap penuh harapan dan positif," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel