Mark Zuckerberg Mau Bikin Gebrakan, Sayangnya Bukan Ide Bagus

·Bacaan 2 menit

VIVAInstagram mempunyai syarat dan ketentuan di mana mereka yang berusia di bawah 13 tahun tidak diizinkan mendaftar ke aplikasi, mengacu pada undang-undang privasi federal Amerika Serikat. Tapi sayangnya hal itu tidak menghentikan mereka untuk mendaftar, melakukan kebohongan usia yang mudah dilakukan secara online.

Anak usaha Facebook itu mengatakan telah menemukan solusinya, yang mungkin akan membuat beberapa anak lain tertarik. Mereka sedang mencari cara untuk membuat platform bernama Instagram Youth, menurut situs Mashable, Senin, 14 Juni 2021.

"Jelas ada sejumlah besar orang di bawah usia 13 tahun yang ingin menggunakan layanan seperti Instagram. Saat ini kami tidak mengizinkan mereka untuk melakukan itu," kata CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Menurut laporan dari lembaga nirlaba Thorn, 40 persen anak-anak yang disurvei di bawah usia 13 tahun sudah menggunakan Instagram. Solusi Mark Zuckerberg adalah membuat Instagram untuk anak-anak, yang disebut Instagram Youth, dengan kontrol ekstra dari orangtua.

Belum diketahui bagaimana platform baru ini akan bekerja. Tapi sejauh ini, itu hanya sebuah ide, ide yang banyak orang anggap buruk. Alasannya karena tidak sepenuhnya jelas apa kekuatan pendorong di balik keputusan untuk memasukkan anak-anak di bawah usia 13 tahun ke platform media sosial.

Kemungkinan untuk menjauhkan anak-anak dari Instagram untuk orang dewasa dan menarik orang ke dalam lipatan media sosial pada usia yang lebih muda.

Mungkin bukan kebetulan bahwa ini terjadi saat di mana anak muda cenderung tidak menggunakan Instagram, melainkan Snapchat atau TikTok yang juga memiliki batasan usia.

Baru-baru ini, jaksa agung dari 44 negara bagian dan teritori AS meminta Facebook untuk tidak merealisasikannya. Mereka mengatakan platform media sosial khusus untuk praremaja memiliki efek kesehatan yang merugikan.

Mereka juga mengutip sejarah kegagalan Facebook untuk melindungi pengguna, terutama anak-anak di platformnya. Blythe Winslow, salah satu pendiri everyschool.org, mengatakan bahwa media sosial dapat dikaitkan dengan peningkatan angka bunuh diri, kecemasan dan depresi, serta penurunan kreativitas dan empati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel