Mark Zuckerberg Tetap Optimis Walau Metaverse Bikin Tekor

Merdeka.com - Merdeka.com - Meta melaporkan kerugian pada bisnis metaverse-nya di kuartal ketiga 2022. Menanggapi itu, CEO Meta Mark Zuckerberg tetap berpegang teguh mengembangkan metaverse.

Mark meyakinkan para pemegang saham dan pihak lain yang mengalami krisis kepercayaan terhadapnya. Bahwa metaverse punya prospek cerah di masa mendatang.

"Dengar, saya mengerti bahwa banyak orang mungkin tidak setuju dengan investasi (metaverse) ini. Tetapi saya tahu bahwa ini akan menjadi hal yang sangat penting," kata Mark, mengutip The Verge, Jumat (28/10).

"Orang-orang akan melihat ke belakang satu dekade dari sekarang dan berbicara tentang pentingnya pekerjaan yang dilakukan saat ini," imbuh dia.

Untuk diketahui, divisi Reality Labs Meta melaporkan kehilangan USD3,7 miliar sekitar Rp57 triliun pada kuartal tiga. Angka itu menyumbang total kehilangan Meta sebesar USD9,4 miliar atau setara Rp146 triliun sepanjang 2022. Dari sisi pendapatan, Meta hanya meraup keuntungan USD285 juta sekira Rp4,4 triliun untuk kuartal ketiga.

"Kami mengantisipasi bahwa kerugian operasional Reality Labs pada tahun 2023 akan tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun," kata Meta dalam siaran pers, hanya beberapa hari setelah pemegang saham besar secara terbuka menekan perusahaan untuk mengatur pengeluarannya.

The Verge mencatat, saham Meta turun 20 persen pada Kamis, (27/10). Diyakini sebagai efek laporan penurunan 4 persen pada pertumbuhan pendapatan raksasa media sosial tersebut.

Meski tidak meraup untung besar, papar Mark, pengguna harian Facebook meningkat daripada sebelumnya. Sama halnya, Instagram dan WhatsApp memiliki lebih dari 2 miliar pengguna. Dia melanjutkan, fitur pesaing TikTok, Instagram Reels, juga mulai tumbuh signifikan.

"Kami yakin kami mendapatkan waktu yang dihabiskan untuk bersaing dengan TikTok," jelas dia.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [faz]