Maros sosialisasikan dua destinasi peringati Hari Pariwisata Dunia

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros menggencarkan sosialisasi dua destinasi wisata andalan dalam memperingati Hari Pariwisata Dunia 2021.

"Kedua destinasi wisata itu yakni kawasan karst Rammang-Rammang dan kawasan wisata alam air terjun Bantimurung digencarkan sosialisasinya bertepatan Hari Pariwisata Dunia," kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Maros M Ferdiansyah di Maros, Senin.

Dia mengatakan, kawasan Rammang-Rammang dengan keunikannya sebagai pegunungan kapur terpanjang kedua di dunia, setelah China, juga telah diusulkan ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan dunia (the world Heritage).

Sementara dengan TWA Bantimurung, lanjut dia, memiliki keunikan tersendiri dengan tawaran air terjun dan suasana yang sejuk, akibat rimbunnya pepohonan.


Baca juga: Wisata Karst Rammang-rammang menuju warisan Geopark UNESCO


Lokasi TWA Bantimurung juga menjadi habitat jenis kupu-kupu endemik yang di dalam kawasan ini terdapat museum dan tempat penangkaran kupu-kupu.

Kedua destinasi andalan Maros ini, lanjut Ferdiansyah, sudah di kenal hingga mancanegara, karena itu penyediaan sejumlah fasilitas pendukung telah dilakukan tanpa mengubah bentuk aslinya.

Selain menggencarkan sosialisasi dua destinasi wisata di Maros, Disbudpar Maros juga telah gelar Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner di Destinasi Wisata pada awal September 2021 atau menjelang peringatan Hari Pariwisata Dunia.

Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta yang melibatkan berbagai unsur pelaku dan pemerhati bidang pariwisata antara lain UMKM, Generasi Pesona Indonesia (Gempi), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi) dan Dara-Daeng Maros.

Baca juga: Sandiaga Uno perkenalkan Geopark Rammang Rammang Indonesia ke dunia

Bupati Maros HAS Chaidir Syam mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Disbudpar Maros dalam memperingati Hari Pariwisata Dunia ini.

Menurut dia, pengembangan sektor wisata harus diikuti dengan peningkatan SDM pengelola dan pendukung industri pariwisata.
Karena itu, pelatihan bagi pelaku usaha kuliner ini dinilai sangat penting untuk memahami standar sajian dan higienitas kuliner di tempat usaha.

"Hal itu penting, karena kuliner merupakan salah satu komponen pendukung utama dalam layanan destinasi wisata," ujarnya.


Baca juga: Gubernur: Geopark Maros Pangkep penuhi standar destinasi wisata UNESCO

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel