Marquez Tuding Pembalap Yamaha Sadar Ada Kecurangan

Lewis Duncan
·Bacaan 2 menit

Pabrikan garpu tala menggunakan mesin ilegal saat gelaran MotoGP Spanyol, pertengahan Juli silam. Menurut investigasi, mereka diketahui memasang katup dari dua pemasok berbeda tanpa persetujuan asosiasi konstruktor (MSMA).

Dalam pernyataan yang dirilis, mereka menjelaskan bahwa katup itu sama dengan desain yang diperlihatkan pada pramusim, walaupun berasal dari produsen berbeda.

Inisiatif tersebut dianggap tidak sah jadi Federasi Balap Motor Internasional (FIM) memangkas 50 poin Yamaha, dua tim yang terafiliasi dengan mereka. Monster Energy Yamaha MotoGP dikurangi 20 poin, sementara Petronas Yamaha SRT kehilangan 37 poin.

Baca Juga:

Pakai Mesin Keenam, Vinales Start dari Pit Lane

Namun, sanksi itu tidak berlaku untuk pembalap mereka yang kini bertarung untuk mahkota juara, yakni Franco Morbidelli, Fabio Quartararo dan Maverick Vinales. Ketiganya mengaku tidak menyadari adanya perubahan teknis pada mesin motor mereka.

Jawaban para rider tersebut tidak dipercayai oleh Alex Marquez. Adik Marc Marquez menilai mustahil mereka tak mengetahui apa yang terjadi di area teknik.

“Yang jelas, pada akhirnya mereka (Yamaha) curang atau tidak mematuhi peraturan,” ucapnya.

“Alasan ‘Saya tidak tahu’ memang ada tapi biasanya pabrikan sangat terbuka dan Anda tahu mesin apa yang Anda gunakan. Anda tahu semuanya, Anda tahu kabar terbaru. Sebagai pembalap, Anda selalu memperhatikan ketika mereka memasang sebuah mesin atau menyimpannya. Anda selalu sadar apa yang Anda gunakan.”

Seandainya FIM menambah hukuman dengan membatalkan kemenangan Fabio Quartararo di MotoGP Spanyol, maka yang diuntungkan adalah Andrea Dovizioso. Pembalap Ducati tersebut bisa melompat dari podium ketiga ke pertama.

Sebab dua pembalap Yamaha, Quartararo dan Maverick Vinales, finis terdepan di balapan yang dilangsungkan di Jerez. Jika itu terjadi, maka Ducati masih punya harapan untuk menggondol titel juara musim ini.

Baca Juga:

Negatif, Rossi Dipastikan Turun di MotoGP Eropa

Kendati demikian, pembalap Italia tersebut enggan berbicara soal peluangnya. Ia mengaku bingung dengan tak adanya protes dari rival-rival Yamaha.

“Saya tidak mengerti strategi beberapa pabrikan yang tampaknya sepakat tidak menentang hukuman itu. Saya tidak tahu detailnya, jadi saya tidak mau memvonis, tapi bagi saya itu aneh,” ucapnya.