Marshanda Ungkap Titik Terendah dalam Hidup, dari Orangtua Cerai Hingga Kehilangan Hak Asuh Anak

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Marshanda berbagi cerita tentang kesulitan yang dia alami dalam hidupnya. Menurut aktris berusia 31 tahun ini, ada beberapa titik terendah yang telah dia alami sejak kecil hingga dewasa.

Mantan istri Ben Kasyafani ini sudah menghadapi masa sulit sejak usia dini. Itu dimulai dari perceraian kedua orangtuanya.

"Ketika nyokap bokap harus bercerai, gue harus berpisah dengan bokap," ujar bintang sinetron Orang Ketiga di YouTube-nya yang dikutip pada Minggu (25/7/2021).

Bipolar

Marshanda. (Foto: Instagram @marshanda99)
Marshanda. (Foto: Instagram @marshanda99)

Saat beranjak remaja, kesehatan mental Marshanda pun mengalami gangguan hingga dia didiagnosis mengidap bipolar disorder.

"Gue mengalami depresi, mendapat diagnosa kalau gue ada bipolar disorder, itu suffering, itu adalah lowest point in my life," tutur ibu satu anak ini.

Kehilangan Hak Asuh Hingga Bullying

Setelah mengungkapkan jika dirinya bipolar, Marshanda kebanjiran pujian dari warganet lantaran dianggap berani jujur.  (Foto: instagram.com/marshanda99)
Setelah mengungkapkan jika dirinya bipolar, Marshanda kebanjiran pujian dari warganet lantaran dianggap berani jujur. (Foto: instagram.com/marshanda99)

Tak berhenti sampai situ, rumah tangga Marshanda dengan Ben Kasyafani pun kandas. Marshanda akhirnya harus kehilangan hak asuh anak.

"Terus momen ketika gue harus kehilangan hak asuh Sienna. Waktu gue kecil juga alami bullying di sekolah. Itu menciptakan banyak lowest point in my life. Jadi nggak cuma satu bagi gue, ada beberapa," paparnya.

Konsultasi

Namun dia sadar bahwa penderitaan yang dialaminya adalah hal yang normal dalam kehidupan. "Tapi banyak banget kita-kita yang merasa ketika mengalami suffering itu adalah hal butuk yang nggak semestinya terjadi," ungkapnya.

"Padahal itu adalah paket yang sduah jadi satu. Ketika kita lahir ke dunia lo akan mengalami kebahagiaan, kesediha, akan dapat berkah dan musibah. Itu sudah jadi satu paket semuanya. Jadi it's not about focusing on suffering but focusing on overcoming the suffering," tutup Marshanda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel