Martin Scorsese Ultah ke-78, Ini 6 Film Karya Sang Maestro untuk Dunia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Jangan ngaku pencinta film jika tak kenal Martin Scorsese. Sineas bertangan dingin ini telah berkali-kali mencetak box office serta menjadi nomine Oscars. Karyanya menjadi standar emas yang diikuti sineas generasi berikutnya.

Martin Scorsese bahkan mendapat kehormatan dalam pidato Bong Joon Ho saat ia dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik Oscars 2020 lewat Parasite. Bong mengaku mempelajari karya-karya Martin Scorsese selama sekolah film.

Kala itu, Martin Scorsese mendapat standing ovation. Selasa (17/11/2020), Martin Scorsese ulang tahun ke-78. Sulit untuk menyeleksi 6 karya terbaik Martin Scorsese. Izinkan Showbiz Liputan6.com memilihnya untuk Anda. Selamat menyimak.

1. Raging Bull (1980)

Poster film Raging Bull. (Foto: United Artists/ IMDb)
Poster film Raging Bull. (Foto: United Artists/ IMDb)

Film biografi hitam putih ini menampilkan petinju berdarah Amerika-Italia Jake LaMotta yang obsesif dan pencemburu. Emosi negatif ini merusak diri sendiri dan rumah tangganya. Menampilkan performa kelas dewa Robert DeNiro, Raging Bull direviu beragam.

Waktu menguji film ini. Puluhan tahun berlalu, Raging Bull dianggap pencapaian tertinggi Martin. Dua Piala Oscar dibawa pulang, untuk Pemeran Utama Pria dan Penyunting Gambar Terbaik.

2. Goodfellas (1990)

Poster film Goodfellas. (Foto: Warner Bros./IMDb)
Poster film Goodfellas. (Foto: Warner Bros./IMDb)

Sepuluh tahun setelah Raging Bull, Martin Scorsese dan Robert DeNiro berkolaborasi dalam Goodfellas yang diadaptasi dari novel nonfiksi karya Nicholas Pillegi bertajuk Wise Guy. Mengisahkan kehidupan anggota mafia, Henry Hill dengan latar era 1950 hingga 1980-an.

Meraih enam nominasi Oscar, Goodfellas harus puas menang satu kategori yakni Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Joe Pesci). Di ajang penghargaan film tertua Inggris, BAFTA, Goodfellas lebih diapresiasi. Martin Scorsese digelari Sutradara Terbaik.

3. Gangs of New York (2002)

Poster film Gangs of New York. (Foto: Miramax/ IMDb)
Poster film Gangs of New York. (Foto: Miramax/ IMDb)

Soal kualitas, Martin Scorsese tak perlu diragukan. Namun, ia dikenal dengan bad luck di bursa Oscars. Gangs of New York buktinya. Diganjar 10 nominasi termasuk Film dan Sutradara Terbaik, film ini pulang dengan tangan kosong.

Padahal, Gangs of New York mestinya mengantar Daniel Day Lewis meraih Piala Oscar ketiga mengingat sang aktor menang BAFTA dan SAG Awards. Ujug-ujug, komite Academy Awards memilih Adrien Brody. Salah satu kemenangan mengejutkan dalam sejarah.

4. The Aviator (2004)

Poster The Aviator. (Foto: Dok. Warner Bros./ IMDb)
Poster The Aviator. (Foto: Dok. Warner Bros./ IMDb)

Dua tahun setelah Gangs of New York yang nahas, bad luck menindih Martin Scorsese lagi. The Aviator meraih 11 nominasi Oscars. Ia dinobatkan sebagai Film Terbaik Golden Globes dan BAFTA pada tahunnya. Bisa-bisanya, Oscars memilih Million Dollar Baby.

The Aviator adalah biografi penerbang, sineas, filantropis, sekaligus salah satu orang kaya AS, Howard Hudges. Film ini harus puas dengan 5 Piala Oscar untuk Sinematografi, Penyuntingan, Tata Artistik, Kostum, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

5. The Departed (2006)

Poster film The Departed. (Foto: Warner Bros./ IMDb)
Poster film The Departed. (Foto: Warner Bros./ IMDb)

The Departed versi bule dari Infernal Affairs yang dibintangi Andy Lau dan Tony Leung. Film ini mengantar Martin Scorsese menggenggam Piala Oscar pertama sejak kali pertama dinominasikan pada 1981 lewat Raging Bull.

Kemenangan Martin Scorsese diumumkan tiga kawan lawasnya, Steven Spielberg, Francis Ford Coppola, dan George Lucas. Dianggap sebagai karya terbaik sang maestro, situs RottenTomatoes menyebut The Departed punya tingkat kesegaran hingga 91 persen. Wow!

6. Hugo (2011)

Poster film Hugo. (Foto: Dok. Paramount Pictures/ IMDb)
Poster film Hugo. (Foto: Dok. Paramount Pictures/ IMDb)

Martin Scorsese menunjukkan tajinya lewat Hugo, film yang paling dinominasikan di banyak festival pada tahunnya. Di Oscars 2012, Hugo meraih 11 nominasi dan menang 5 di kategori teknis yakni Efek Visual, Artistik, Tata Suara, Sunting Suara, dan Sinematografi Terbaik.

“Tak seperti film Martin lainnya, Hugo kentara dibuat dengan sepenuh hatinya. Ini tentang sutradara besar yang mendapat kendali penuh untuk membuat film tentang film itu sendiri,” sanjung kritikus kondang Roger Ebert tentang Hugo.