Ma'ruf Amin: Bantuan dan Subsidi Pemerintah Hanya Gunakan Biometrik

Mohammad Arief Hidayat, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, pemerintah berkeinginan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk berbagai kepentingan masyarakat, misalnya, untuk penyerahan subsidi dan bantuan bagi warga terdampak pandemi COVID-19.

Melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang dia pimpin, Ma'ruf mengklaim, telah serius melakukan berbagai kajian termasuk uji coba pemanfaatan teknologi digital.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara kunci di acara peluncuran program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen produk halal bagi UMKM secara virtual, Selasa, 20 Oktober 2020.

Baca: Jokowi Tunjuk Prabowo Kelola Lumbung Pangan di Kalimantan

"Seperti teknologi biometrik, untuk penyaluran bantuan dan subsidi pemerintah. Hasil kajian dan uji coba yang secara luas telah dilakukan sejak 2018 tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan," katanya.

Dengan memanfaatkan teknologi biometrik yang telah diujicobakan itu, menurutnya, digitalisasi penyaluran bantuan tidak lagi mengharuskan masyarakat memiliki ponsel pintar atau smartphone, melainkan cukup berada di tingkat merchant, agen atau toko.

Dengan itu, katanya, pemerintah dapat menghemat biaya penyediaan infrastruktur transaksi yang sangat mahal seperti pencetakan kartu debit maupun mesin Electronic Data Capture (EDC).

"Karena itu saya meminta agar pemanfaatan teknologi biometrik tersebut dapat segera diadopsi agar penyaluran bantuan dan subsidi pemerintah dapat berlangsung dengan baik," ujarnya.

Ma'ruf berharap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dapat menindaklanjuti pemanfaatan teknologi biometrik untuk penyaluran bantuan dan subsidi pemerintah. (ase)