Ma'ruf Amin Bersyukur Jumlah Kasus COVID-19 Alami Penurunan

Ezra Sihite, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pada saat ini kasus harian COVID-19 terus mengalami tren penurunan. Namun demikian, seluruh pihak baik jajaran pemerintah maupun masyarakat diharapkan tidak lengah dan masih terus berupaya mengatasi pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah sekarang sudah terjadi penurunan-penurunan. Dari tadinya di atas 10 ribu (kasus), sekarang sudah tinggal 5 ribu, 4 ribu. Kemudian (kapasitas) rumah sakit yang tadinya terisi hampir 70- 80 bahkan 90 persen sekarang sudah di bawah 50 persen," ungkap Ma'ruf Amin saat melakukan peninjauan vaksinasi COVID-19 massal di lapangan olahraga Tiara Batara, Melayu, Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 30 Maret 2021.

Apabila penurunan ini tidak dikelola dengan baik lanjut Wapres, kasus COVID-19 dapat kembali naik seperti yang terjadi di beberapa negara seperti di Eropa dan Amerika.

"Kita tidak ingin (naik lagi) karena itu tetap masalah protokol kesehatan 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (tracing, testing, treatment) kemudian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat mikro dan juga pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya-upaya yang secara terus menerus kita lakukan," kata dia.

Di samping itu, Ma'ruf mengungkapkan bahwa sejauh ini pelaksanaan vaksinasi COVID-19 berjalan dengan lancar. Tidak ditemukan kendala yang mengkhawatirkan seperti efek samping vaksin yang serius.

"Semua yang divaksin aman. Tidak ada orang merasa takut, merasa sakit, atau demam, ternyata tidak ada," kata dia.

Sementara bagi mereka yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi, Wapres menyebut bahwa pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meyakinkan baik melalui pendekatan kesehatan maupun pendekatan agama. Dari segi kesehatan kata Wapres, mereka diingatkan mengenai dampak yang diakibatkan apabila tidak divaksin.

"Dari segi agama melakukan vaksinasi itu bagian dari kewajiban, fardu kifayah, orang harus melakukan sebelum bisa teratasi. Sebelum vaksinasi mencapai tingkat kekebalan (komunitas) 181 juta (penduduk), itu belum gugur kewajibannya," ujar dia.

Sebagai informasi, dihimpun dari data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Barito Utara, capaian pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Barito Utara mencapai 95 persen yakni dari target 1.253 nakes, terealisasi 1.191 nakes.

Sedangkan capaian pelaksanaan vaksinasi dosis kedua mencapai 94 persen yakni dari target 1.215 nakes, terealisasi 1.143 nakes. Adapun vaksinasi dosis pertama bagi pelayan publik tercatat bahkan mencapai 122 persen yaitu dari target 1.000 pelayan publik sudah terealisasi 1.229 pelayan publik. Sedangkan vaksinasi dosis kedua saat ini baru terealisasi 53 persen dari target 1.195 pelayan publik, baru terealisasi 635 pelayan publik.