Ma'ruf Amin Disebut King of Silent oleh BEM KM Unnes, Ini Kata Jubir Wapres

·Bacaan 1 menit
Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menanggapi kritikan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) terkait penobatan King of Silent terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Menurut Masduki, Ma'ruf Amin bukan seorang yang pemarah dalam menanggapi kritik.

"Pak Wapres sudah lihat dan tahu hal itu, beliau tidak marah mengetahui hal itu," kata pria karib disapa Cak Duki dalam jumpa pers daringnya, Rabu (7/7/2021).

Masduki menambahkan, kritik terhadap masalah sosial akan jalannya kekuasaan adalah sebuah hal baik dilakukan mahasiswa. Hanya saja, Masduki ingin hal itu diikuti argumen pembanding sebelum melakukan kritik.

"Kita perlu lakukan klarifikasi, karena salah satu ciri negara demokrasi kebebasan berpendapat tidak dihalangi Bahwa sebenarnya apa yang dikatakan mahasiswa ini ada informasi lain, Wapres di survei-survei lain yang kredibel menempatkan Wapres sangat baik seperti Litbang Kompas," sanggah Masduki.

Masduki mengatakan, Wapres Ma'ruf Amin dalam masa jabatannya sejak 2019 sudah bekerja dengan baik dan menjalani tugas pokok dan fungsinya membantu Presiden Jokowi.

"Jadi sepanjang pokok tugas fungsinya itu Wapres di mata saya dan tim sudah bekerja baik dan saat kita bandingkan dengan survei (Litbang Kompas) itu korelatif dan bekerja, memang tidak selalu didengungkan dan disuarakan iya karena gaya Wapres yang low profile," tandas Masduki.

Kritik BEM KM Unnes ke Ma'ruf Amin

Wapres Ma'ruf Amin mendapat penobatan King of Silent dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes).

Melalui akun Instagramnya, mereka menilai Wapres Ma'ruf seakan diam terhadap apa pun permasalahan di Indonesia saat ini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel