Ma'ruf Amin: Partai Politik Jangan Dijadikan Tunggangan Kelompok Tertentu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, partai politik untuk tidak hanya dijadikan tunggangan atau kendaraan kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi.

Hal ini disampaikannya saat menutup Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara virtual, Minggu (201/12/2020).

Seperti dilansir dari Antara, dia berharap partai politik bisa digunakan untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

"Kita berharap agar partai politik tidak hanya dijadikan tunggangan atau kendaraan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi masing-masing guna memperoleh manfaat dan maslahat yang sifatnya pribadi. Tetapi partai hendaknya digunakan sebesar-sebesarnya untuk kemaslahatan umat dan bangsa," kata Ma’ruf Amin.

Menurut dia, partai politik bisa proaktif dalam mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan masalah di alam demokrasi ini. Dirinya menegaskan, jika ini dilakukan maka bisa menerapkan demokrasi Pancasila.

"Saya yakin apabila peran ini dilakukan oleh semua partai politik, maka banyak persoalan yang kita hadapi dapat kita selesaikan dengan solusi yang terbaik. Saya yakin mekanisme ini adalah salah satu esensi dari demokrasi Pancasila," jelas Ma'ruf Amin.

Ketum Baru PPP

Sebelumnya, Suharso Monoarfa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) periode 2021-2026 secara aklamasi. Dia terpilih sebagai Ketum PPP dalam Muktamar IX PPP yang digelar di Makassar, Sabtu (19/12/2020).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar IX PPP Amir Uskara itu menjadikan Suharso Monoarfa satu-satunya kader PPP yang mendaftar sebagai calon ketua umum.

Sehingga Suharso langsung terpilih sebagai Ketua Umum PPP periode 2021-2026.

"Karena hanya ada satu calon kita langsung tetapkan sebagai ketua umum terpilih, setuju?" ujar Amir dalam Muktamar IX PPP, Sabtu (19/12/2020).

"Setuju," jawab Muktamirin.

Suharso berhasil terpilih sebagai satu-satunya calon yang muncul dalam Muktamar IX. Sebelumnya, Suharso Monoarfa dikabarkan bersaing dengan salah satu kandidat kuat lainnya yaitu Taj Yasin alias Gus Yasin yang merupakan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan putra kiai kharismatik Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

Namun, hingga sebelum paripurna pemilihan, hanya Suharso yang mendaftar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: