Ma'ruf Amin: Pemulihan Ekonomi Akan Butuh Waktu Panjang

Hardani Triyoga, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut kondisi perekonomian Indonesia saat ini mengalami tekanan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak terhadap semakin meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran.

Ma'ruf meyakinkan, pemerintah secara konsisten telah melakukan serangkaian upaya pemulihan melalui berbagai kebijakan ekonomi. Meskipun diakuinya pemulihan ini membutuhkan waktu lama.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa proses pemulihan ekonomi kembali seperti kondisi sebelum pandemi akan membutuhkan waktu yang panjang," kata Ma'ruf dalam rapat pleno DSN-MUI, Selasa 26 Januari 2021.

Menurut dia, di antara langkah penting yang dilakukan untuk memulihkan kondisi ekonomi itu, dengan memperbesar sektor riil dan usaha kecil-menengah. Opsi cara ini dengan melibatkan sebanyak mungkin pihak terutama lapisan masyarakat terbawah yang terdampak paling besar.

Menurut Ma'ruf, dalam kaitan ini pemerintah juga mendorong sektor ekonomi syariah untuk ikut serta dalam upaya pemulihan ekonomi nasional pascapandemi. Pengembangan bidang usaha syariah diarahkan untuk memperbanyak para pengusaha melalui pusat-pusat inkubasi di berbagai daerah sebagai pelaku usaha syariah.

"Selain itu tujuannya adalah mendorong pengembangan lebih lanjut terhadap pengusaha yang memiliki kapasitas, baik pengusaha kecil maupun menengah agar mampu meningkatkan kapasitasnya menjadi pengusaha menengah maupun besar," ujar Ma'ruf.

Pemerintah juga baru-baru ini berinisiatif meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU). Ma'ruf mengutip, potensi wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) diperkirakan mencapai sekitar Rp180 triliun per tahun.

"Dapat diwujudkan sebagai sumber ekonomi untuk membiayai program-program yang membawa kemaslahatan luas bagi umat Islam, khususnya fuqara dan masakin," kata Ma'ruf.

Baca Juga: 20 Tahun Dana Otsus, Papua dan Papua Barat Terima Rp138,65 Triliun