Ma'ruf Amin: Santri Berperan Beri Teladan Pentingnya Prokes Saat Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyambut antusias peringatan Hari Santri yang jatuh pada setiap 22 Oktober. Menurut dia, Hari Santri tahun ini adalah momentum kebangkitan bagi para santri dari krisis pandemi Covid-19.

"Dalam perjuangan bangsa menanggulangi pandemi Covid-19, kaum santri berperan memberikan teladan dan keyakinan kepada masyarakat tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi sebagai kunci utama mengatasi pandemi," kata Ma'ruf dalam acara peringatan Hari Santri Nasional 2021 di Istana Negara Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Ma'ruf Amin mengatakan, semangat dan keteladanan para santri menjadi esensi dari tema Hari Santri tahun ini, yakni Siaga Jiwa Raga. Sebab, santri dan seluruh sub-kultur pesantren selalu hadir dalam setiap langkah kebangsaan dan pembangunan bangsa.

"Sejak era pergerakan menuju kemerdekaan hingga era merajut kemajuan seperti pada masa sekarang ini santri selalu berperan," kata dia.

Ma'ruf menambahkan, peringatan Hari Santri tiap tahunnya adalah sebuah penghargaan atas peran dan pengabdian. Dia berharap, agar ke depannya santri dapat terus bersama dalam membangun bangsa melalui pesantren yang menjadi tempat para santri dididik.

"Pesantren diharapkan terus mencetak penerus ulama dan tokoh-tokoh dakwah yang mengikuti perkembangan zaman, di tengah arus digitalisasi. Dakwah digital mampu mencapai sasaran dan jangkauan yang lebih luas, di mana saja dan kapan saja," tandas Ma'ruf.

Hari Santri, Jokowi Ingin Pesantren hingga Madrasah Berperan Cetak Lulusan Inovatif

Presiden Jokowi mengambil minuman di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/2). Kedatangan Jokowi merupakan bagian dari rangkaian Penyaluran KUR Ketahanan pangan dan aksi ekonomi untuk rakyat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Jokowi mengambil minuman di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/2). Kedatangan Jokowi merupakan bagian dari rangkaian Penyaluran KUR Ketahanan pangan dan aksi ekonomi untuk rakyat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Presiden Jokowi ingin lebih banyak wirausaha atau pengusaha dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren.

Dia menaruh harapan agar wirausaha dari kalangan santri dapat menggerakan perekonomian yang inklusif.

"Karena itu kita harus mendorong munculnya lebih banyak entrepreneur, wirausahawan dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren," kata Jokowi dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional 2021 dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah di Istana Negara Jakarta, Kamis (22/10/2021).

Menurut dia, orientasi santri saat ini seharusnya bukan lagi untuk mencari pekerjaan. Namun, Jokowi mendorong agar para santri mulai menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Peran pendidikan di pesantren, madrasah maupun pendidikan tinggi agama Islam sangat strategis. Mencetak lulusan yang inovatif dan berkewirausahaan, mencetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja, dan menjadi wirausahawan sosial yang sukses," jelas dia.

Kendati begitu, Jokowi menyadari dukungan akses pembiayaan sangat penting untuk mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru. Untuk itu, kata dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema bantuan seperti program Mekar, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Bank Wakaf Mikro.

"Saya berharap pesantren dan para santri dapat memanfaatkan berbagai program pembiayaan ini dengan baik. Sehingga pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam memperkuat ekonomi umat," ujar dia.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional tahun 2021 yang jatuh setiap 22 Oktober.

3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel