Maruf Amin: Tinggal 2 Tahun untuk Wujudkan Indonesia Jadi Produsen Produk Halal Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden, Maruf Amin membuka Rapat Pleno kedua Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Kementerian Keuangan. Rapat tersebut merupakan lanjutan dari hasil rapat pada 30 November 2021 lalu yang merencanakan program KNEKS yang lebih konkret agar bisa dengan mudah terealisasi.

"Pada rapat sebelumnya 30 November 2021 saya beri arahan agar program kinerja KNEKS dikhususkan lebih konkret dengan target kuantitatif serta dikolaborasikan oleh KL dan lembaga terkait. Saya juga minta supaya porgam kerja KNEKS terealisasikan," kata Maruf Amin saat membuka Rapat Pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Ruang Mezzanine, Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (30/11).

Maruf Amin mengatakan, rapat kali ini akan membahas hasil tindak lanjut dari pertemuan di tahun lalu. Pada rapat evaluasi ini, dia ingin mengetahui progres mewujudkan Indonesia sebagai negara produsen produk halal dunia di tahun 2024.

"Hari ini kita akan evaluasi tindak lanjut dari arahan tersebut sekaligus memastikan langkah kita ke depan agar semua target kita dapat tercapai. Waktunya tidak lama lagi, tinggal 2 tahun." kata dia.

Maruf memberikan apresiasi kepada para anggota KNEKS yang telah menjalankan tugasnya. Namun dia ingin semua pihak bisa bergerak lebih cepat lantaran waktu menuju 2024 yang semakin singkat.

"Saya apresiasi kerja keras saudara sekalian. Namun saya selalu perlu kembali mengingatkan kita harus bergerak lebih cepat dan kompak," kata dia.

Proses Pemulihan Ekonomi

Untuk itu, tema rapat pleno yakni bergerak lebih cepat untuk wujudkan Indonesia sebagai produsen halal terkemuka di dunia. Sekretaris KNEKS, Sri Mulyani mengatakan rapat pleno ini bertujuan untuk memberi update capaian program kerja KNEKS yaitu 13 program prioritas yang telah disepakati pada rapat pleno sebelumnya pada 30 November 2021 juga program KNEKS lainnya.

Sri Mulyani mengatakan saat ini Indonesia sudah memasuki masa pemulihan ekonomi. Sehingga pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah memiliki kontribusi yang besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.

"Kita tahu ekonomi Indonesia sedang dalam proses pemulihan untuk membangkitkan kembali perekonomian nasional sektor ekonomi keuangan syariah memiliki potensi sangat besar untuk jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru," kata dia.

Sektor ekonomi dan keuangan syariah juga diyakini mampu jadi solusi untuk menjawab tantangan dan dinamika perekonomian nasional. Industri halal dalam hal ini diperkirakan akan jadi salah satu faktor penting dari pertumbuhan ekonomi nasional dan sekaligus juga merealisasi visi indonesia maju tahun 2045. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel