Ma'ruf Amin: Untuk Bangkit dari Pandemi, RI Butuh Empati dan Gotong Royong Masyarakat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, dampak dari pandemi Covid-19 dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, politik, sosial budaya, hingga kegiatan keagamaan dan peribadatan.

Karenanya, Ma'ruf ingin keadaan tersebut dihadapi bersama dengan seluruh elemen masyarakat sebab pemerintah tidak dapat menghadapinya sendiri.

"Untuk bangkit dari krisis pandemi, bangsa Indonesia memerlukan energi kolektif yang besar berupa empati, kepedulian, solidaritas sosial, dan gotong-royong dari seluruh masyarakat," kata Ma'ruf Amin saat menghadiri secara virtual rangkaian kegiatan Kreasi Virtual Katolik Indonesia (KVKI) 2021 secara daring, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Minggu (10/10/2021).

Ma'ruf menyatakan, ada dua modal penting untuk menghadapi situasi pandemi. Pertama, adalah spiritual dan kedua adalah modal sosial.

Dia menjelaskan, modal spiritual adalah usaha dan doa. Kemudian, modal sosial adalah solidaritas menguatakan yang dipikul bersama.

"Hal ini memerlukan kerja sama semua pihak termasuk umat Katolik sebagai bagian dari bangsa ini, serta memerlukan kesiap-siagaan semua pihak untuk bertindak bersama secara cepat dan tepat," jelas dia.

Ma'ruf percaya, modal dijelaskan tidak dapat berjalan selama diri sendiri belum memberi kontribusi. Salah satunya, dengan menjalankan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan.

"Jika kita semua taat melakukan protokol kesehatan dan vaksinasi, maka diharapkan pandemi ini dapat segera berakhir," kata Ma'ruf Amin.

Wapres Minta Umat Katolik Disiplin Prokes dan Ikut Vaksinasi

Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)
Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)

Ma'ruf pun meminta umat Katolik Indonesia sebagai elemen bangsa yang disiplin dan patuh pada pimpinan agamanya, untuk terus mematuhi imbauan para pemuka agama Katolik khususnya terkait penerapan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi.

"Saya kembali mengharapkan kedisiplinan dan kepatuhan semua umat apabila mendengar permintaan mulai dari Kardinal, para Uskup demikian juga para Pastor, untuk dapat terus mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19," pintanya.

Ma'ruf menambahkan, dia menaruh harapan besar kepada seluruh umat Katolik dan seluruh peserta KVKI untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara.

"Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis, tetapi langkah kita adalah melakukan lompatan besar dengan mengambil hikmah dari momentum krisis, mengejar ketertinggalan untuk membangun Indonesia yang lebih baik," tandas Ma'ruf.

Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi

Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi (Liputan6.com/Niman)
Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel