Ma'ruf Tegaskan Forum Zakat Dunia Bisa Bantu Pulihkan Ekonomi Global

Raden Jihad Akbar, Eka Permadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berpendapat Ekonomi Islam yang berbasis syariah cenderung lebih memiliki kemampuan menyesuaikan dalam menghadapi berbagai krisis. Menurut laporan dari State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021, pertumbuhan ekonomi dunia pada masa pandemi COVID-19 diperkirakan mengalami kontraksi 5.2 persen, sedangkan ekonomi Islam global hanya mengalami kontraksi 2.5 persen.

Baca juga: Daftar Baru Proyek Strategis Nasional, Ada 10 Tambahan Program

Karena itu, Forum Zakat Dunia, memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi Islam dalam membantu pemulihan ekonomi global pasca pandemi, salah satunya melalui pemanfaatan pembiayaan alternatif .

“Saya memandang peran Forum Zakat Dunia untuk memperkuat ekonomi Islam sangat diperlukan,” kata Ma’ruf pada acara Peresmian Pembukaan The 9thWorld Zakat Forum International Conference 2020 melalui video konferensi, Senin 30 November 2020.

“Terutama dalam mendorong pemanfaatan sumber-sumber pembiayaan alternatif untuk membantu memberikan modal kerja bagi pelaku usaha yang siap melakukan pemulihan pascapandemi COVID-19. Dengan demikian, ekonomi Islam dapat menjadi lokomotif dalam membantu pemulihan ekonomi global,” tambahnya.

Sebagai sebuah forum yang mewadahi lebih dari 33 lembaga-lembaga zakat yang ada di seluruh dunia, Forum Zakat Dunia dituntut untuk melakukan peningkatan pelayanannya.

Salah satunya dengan memanfaatkan platform digital dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat. Agar aksesnya mudah dan dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di manapun mereka berada.

“Forum ini juga perlu terus mendorong pemanfaatan teknologi digital, bukan hanya dari sisi pengumpulan zakat, infak dan sedekah. Tetapi juga dari sisi pengelolaan dan pelaporan pemanfaatannya,” jelasnya.

Selain itu menurutnya tata kelola yang baik akan semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat. Yang pada gilirannya akan semakin mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak dan shadaqah-nya melalui lembaga pengelola zakat.

Oleh karena itu, Wapres mendukung peran forum ini dalam mendorong pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar negara tentang pengelolaan zakat.

“Praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zakat saya harapkan dapat disebarluaskan sebagai sarana belajar bagi kita semua untuk terus memperbaiki upaya pengelolaan zakat,” ujarnya. (ren)