Marwan Jafar: Gugus Tugas Perlu Buat Buku Pedoman Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR Marwan Jafar mengapresiasi kinerja segenap unsur Gugus Tugas dan sejumlah pihak terkait serta seluruh elemen bangsa yang terus bahu-membahu menangani wabah Covid-19. Dia berharap semoga badai musibah ini segera berlalu dan tidak berkepanjangan. Marwan mengingatkan, pasal 6 huruf e kepres itu menyebutkan Gugus Tugas melaporkan pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19 kepada Presiden dan Pengarah.

"Selain secara formal melapor kepada Presiden, saya menyarankan Gugus Tugas Covid-19 harus punya catatan rinci atau mendetail mengenai proses penanganan yang mereka kerjakan. Termasuk peluang dan tantangan-tantangannya di lapangan, baik di sisi distribusi peralatan, ketersediaan SDM, koordinasi antar bagian dan sebagainya. Yang pasti, gunanya nanti agar dibuat menjadi buku pedoman (handbook) untuk panduan menangani bencana atau musibah yang mungkin akan ada," tegas mantan Ketua Fraksi PKB ini kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Marwan Jafar mengingatkan, walau wabah Covid-19 saat ini belum berakhir, Tim Gugus Tugas sudah bisa mulai mencatat proses penanganan dari sekarang. Maksudnya, gambaran perkembangan sampai kondisi terkini selayaknya juga tetap tercatat dengan baik.

Manfaat lainnya, pencatatan secara rinci tersebut memang bukan hanya semata-mata buat menangani atau memerangi penyebaran wabah Covid-19 sekarang. Tapi lebih penting lagi, sebagai buku pegangan dan dokumen panduan penting buat mengantisipasi serta menangani kemungkinan bencana berikutnya atau yang akan datang.

"Nah, kita cermati pengalaman China misalnya betul-betul mempelajari hal itu dengan baik. Mereka sangat siap menghadapi dan menangani Covid-19. Hampir pasti mereka belajar keras dari kasus wabah virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) maupun wabah virus Ebola sebelumnya.Kelompok Zenjiang di China, dengan sponsor triliarder Jack Ma kita tahu sudah menerbitkan buku pedoman rincian catatan pengalaman mereka setebal 68 halaman tentang proses menangani Covid-19," tukas Marwan Jafar yang mantan Menteri Desa-PDTT.

 

Agar Tidak Dimulai dari Nol

Anggota Komisi VI DPR menambahkan, kalau pengalaman amat berharga selama menangani Vovid-19 tidak dicatat, akan selalu dimulai dari nol lagi setiap muncul bencana serupa. Untuk itu, penting sekali mencatat semua proses penanganan itu secara detail.

"Termasuk hambatan-hambatan di lapangan, serta kelancaran dan cara-cara baru yang ditempuh di luar pakem. Juga agar pengalaman langka tersebut dapat dievaluasi oleh semua pihak yang terlibat dan sangat berkepentingan mulai dari unsur pemerintah, para peneliti, kalangan farmasi, kedokteran, perguruan tinggi hingga kalangan warga masyarakat," ujar dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: