Marzuki Alie: Muka Saya Ini di Mana-mana Mereknya Demokrat

Hardani Triyoga
·Bacaan 3 menit

VIVA – Mantan Sekretaris Jenderal Demokrat Marzuki Alie jadi salah satu kader yang dipecat DPP Demokrat. Alasan pemecatan terhadap Ketua DPR itu karena dinilai melanggar etika partai dan berkelakuan buruk.

Terkait itu, Marzuki menanggapi manuvernya yang berujung pemecatan. Ia menyampaikan demikian dalam acara Kabar Petang tvOne. Dalam kesempatan tersebut, ia silang pendapat dengan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Sarjan Tahir.

Marzuki menegaskan dia melontarkan kritik keras ke Demokrat karena namanya diseret-serat dalam isu kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Ia mempersoalkan namanya dikaitkan dalam isu kudeta oleh tiga kader Demokrat.

"Ada aksi dan reaksi, itu asal usulnya saya difitnah. Yang fitnah itu Syarief Hasan. Dia menyatakan di depan pers, sampaikan saya terlibat. Itu harus diketahui," ujar Marzuki dikutip VIVA pada Selasa, 2 Maret 2021.

Dia menjelaskan fitnah dilakukan Syarief usai AHY selesai menyampaikan keterangan pers terkait adanya gerakan kudeta terhadapnya. Dalam konferensi pers di kantor DPP Demokrat itu, AHY juga menyebut segelintir kader dan mantan kader yang terlibat kudeta.

"Setelah AHY pidato dengan indikasi orang-orangnya, Syarief Hasan menyatakan nama Marzuki Alie. Lalu, Rachland Nashidik di media-media juga menyampaikan. Lalu, Herman Khaeron juga menyampaikan," tutur Marzuki.

Pun, ia sempat mempertanyakan bukti keterlibatannya terhadap Herman Khaeron saat program acara di salah satu televisi. Menurut dia, saat itu, Herman mengklaim ada bukti, tapi tak bisa membuktikan keterlibatannya.

"Ada dia buktinya. Katanya saya sudah telepon-telepon daerah. Sekarang buktikan kalau saya sudah telepon-telepon daerah. Daerah mana yang saya telepon? Kan lucu kan, menuduh tapi nggak bisa buktikan. Nah, karena nggak bisa buktikan, berarti fitnah," sebut Marzuki.

Dia pun sudah meminta kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memproses tiga kader yang memfitnahnya. Namun, hal itu tak dilakukan SBY.

Marzuki kemudian terpancing saat Sarjan menyinggungnya yang sudah tak aktif lagi di Demokrat. Ia merespons omongan Sarjan.

"Pak Sarjan, saya kan bukan pengurus, saya kan tidak pernah ada undangan. Kalau saya pengurus, ada undangan, saya akan hadir. Kalau saya datang, semena-mena. Iya dong," tuturnya.

Meski tak aktif di kepengurusan, ia menegaskan selalu rutin dalam acara kegiatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat dalam setiap kegiatan mengenal Marzuki bagian dari Demokrat.

"Tetapi, saya aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Muka saya ini di mana-mana mereknya Demokrat loh. Mereknya Demokrat. Lalu, setiap orang bertemu saya, mereka menyampaikan salam untuk Pak SBY. Ada juga yang nyampaikan kekecewaan, ada juga yang nyampaikan pujian. Muka saya ini Demokrat loh," sebutnya.

Baca Juga: Babak Baru Kisruh Demokrat: Marzuki Alie Sampai Jhoni Allen Dipecat

Sarjan kemudian menimpali ucapan Marzuki soal merek muka Demokrat. Menurut dia, seharusnya jika demikian Marzuki bisa menjaga ucapan dan tak perlu bicara menjelek-jelekan Demokrat sehingga berujung gaduh.

Marzuki menanggapi dengan menyinggung kembali tindakan yang tak dilakukan terhadap tiga kader yang memfitnahnya terkait isu kudeta.

"Begini, kenapa orang yang memfitnah tidak ditindak. Saya hanya itu tuntutannya. Kalau itu diperingati ditindaklanjuti, yang bersangkutan minta maaf selesai," tuturnya.

Dia menegaskan akan membawa persoalan fitnah ini ke ranah hukum. Sebab, ia menilai SBY sepertinya tak menindaklanjuti pesan yang disampaikannya.

"Sudah saya sampaikan ke Pak SBY, jika tak ada tindak lanjutnya, saya akan lakukan langkah hukum. Saya sampaikan ke Pak SBY, WA saya ada kok," ujar Marzuki.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyampaikan alasan pemecatan Marzuki. Penyebabnya karena Marzuki dinilai melukai perasaan pengurus dan kader Demokrat. Selain itu, ada desakan dari kader Demokrat untuk memecatnya.

"Desakan yang sangat kuat dari para pimpinan dan pengurus serta para kader di tingkat DPP, DPD, DPC dan organisasi sayap, termasuk para senior partai, untuk memecat Marzuki Alie," ujar Herzaky, dalam keterangannya, Jumat, 26 Februari 2021.

Dia menekankan kesalahan Marzuki karena menyatakan secara terbuka di media massa dengan maksud agar diketahui publik secara luas tentang kebenciannya terhadap kepemimpinan dan kepengurusan yang sah.

"Sebagai konsekuensi atas tindakan Marzuki Alie, maka kepada yang bersangkutan diberikan sanksi tegas pemberhentian tetap sebagai Anggota Partai Demokrat," tuturnya.