Marzuki: Jangan Pilih Orang Islam yang Melecehkan Agamanya

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie berceramah di hadapan sekitar 300 perempuan anggota Fatayat Nahdatul Ulama. Ia berbicara mengenai kepemimpinan.

"Kalau cari pemimpin itu serahkan ke ahlinya. Kalau tidak serahkan ke ahlinya itu hancur," kata Marzuki di Hotel Twin Plaza, Jakarta, Minggu (26/8/2012).

Slogan "Serahkan Pada Ahlinya" sudah melekat di telinga masyarakat sebagai motto dari Fauzi Bowo (Foke).

"Nah itu sunah rasul. Kalau nggak ahli nggak usah dipilih. Makannya kita lihat track record-nya," imbuhnya.

Dalam acara tersebut juga hadir calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli. Kriteria pemimpin berdasarkan Islam, kata Marzuki adalah pemimpin yang tidak kafir, yaitu pemimpin yang seiman. "Orang-orang yang memilih pemimpin kafir, itu jadi kafir. Makannya pilihlah pimpinan yang seiman," katanya.

Selain itu, Marzuki mengatakan memilih pemimpin yang tidak melecehkan agamanya sendiri. "Jangan memilih orang Islam yang melecehkan agamanya," katanya.

Marzuki juga mengatakan bahwa memilih pemimpin yang berkarakter hampir sama dengan Rasululoh. Yaitu, jujur, amanah, cerdas san mau silaturahmi.

"Kalau bisa pemimpin kita mendekati karakter rasululoh, yaitu jujur, amanah, kalau sudah dua itu orangnya secara alami dapat dipercaya. Cerdas, sesuai keahliannya tadi, mau silaturahmi. Itu yang menjadi dasar kita untuk memilih wakil kita," kata dia.

Menurut Marzuki, Islam sangat mendukung dengan demokrasi yang ada. Untuk itu, katanya, Islam juga memberikan aturan untuk memilih pemimpin.

"Islam sangat mendukung atau sejalan dengan demokrasi yang menjadi pilihan negara kita, oleh karena itu Islam memberikan aturan, kalau tidak akan sesat. Termasuk memilih pemimpin," tuturnya.

METROPOLITAN POPULER

  • Jokowi Tanggapi Amien Rais Soal Kemiskinan di Solo
  • Reza Jalani Ritual Aneh Sebelum Bunuh Anaknya
  • Jokowi-Ahok Gandeng Sosial Media Tangkal Isu Negatif Pilkada
  • Jokowi: Menebar Isu SARA itu Jadul
  • Jokowi Takut Dikeroyok Partai Besar
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.