Marzuki Saksi Kesepahaman Rencana Pemugaran Kraton Surakarta

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Marzuki Alie menjadi saksi penandatanganan nota kesepahaman damai dan rencana pemugaran Kraton Surakarta Hadiningrat oleh pemerintah.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Raja Kraton Surakarta Paku Buwono XIII Hangabehi dan Mahapatihnya KGPHPA Tedjowulan di ruang rapat pimpinan DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Hadir dalam acara tersebut Sekjen DPR RI Nining Indra Saleh beserta jajarannya serta sejumlah sentana dalem Kraton Surakarta Hadiningrat, diantaranya mantan anggota MPR RI Mooryati Sudibyo.

Pada kesempatan tersebut, Marzuki Alie menyambut gembira, ditandatanganinya nota kesepahaman antara Paku Buwono XIII Hangabehi dan adiknya KGPHPA Tedjowulan, untuk melakukan pemugaran Kraton Surakarta oleh pemerintah.

Menurut dia, pemugaran dilakukan agar kondisi Kraton Surakarta merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya dan sejarah, tapi hanya bagi masyarakat Solo tapi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kraton Solo merupakan situs sejarah yang harus dilestarikan dan dipelihara oleh negara," katanya.

Ia menambahkan, Kraton Solo juga telah menjadi salah satu obyek wisata sejarah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga harus dilestarikan.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini menjelaskan, pada suatu kesempatan ia bertemu dengan KGPHPA Tedjowulan di Solo dan ia menyampaikan rencana pemugaran Kraton Kasunanan Solo oleh pemerintah.

Pertimbangannya, kata dia, Kraton Surakarta adalah situs budaya dan sejarah yang harus dilestarikan.

Menurut dia, pada saat itu, KGPHPA Tedjowulan menyetujuinya, tapi PB XII Hangabehi tidak setuju.

"Saya sempat ditegur, karena dinilai mencampuri urusan dalam kraton," katanya.

Namun, Marzuki menjelaskan, bahwa usulannya agar Kraton Surakarta dipugar oleh pemerintah sama sekali bukan mencampuri urusan Kraton Surakarta tapi untu kelestarian budaya dan sejarah yang akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

"Saya bersyukur dengan dengan tercapainya penandatanganan nota kesepahaman damai dan rencana pemugaran keraton, pada hari ini," katanya.

Sementara itu, KGPHPA Tedjowulan mengatakan, tujuan utama dari penandatanganan nota kesepahaman tersebut guna memperkuat kedudukan Sunan dan Kraton Solo itu sendiri.

"Tujuan utamanya agar memperkuat sunan agar kraton ke depan sesuai harapan rakyat, khususnya masyarakat Solo, dan memang pemerintah akan melakukan merenovasi Keraton Surakarta Hadiningrat," katanya. (da)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.