Masa depan e-sports versus infrastruktur pendukungnya di Indonesia

·Bacaan 5 menit

E-sport sebagai kompetisi game online yang kini marak dan digandrungi anak muda rupanya telah bertransformasi dari sekadar hobi menjadi peluang bisnis yang prospektif.

Bagaimana tidak, sejumlah negara semakin gencar menanamkan investasi dalam bisnis e-sport bahkan startup game tumbuh layaknya cendawan di musim hujan berlomba mendulang potensi investasi dari para investor yang mulai melirik prospek cerah dari bisnis emas olahraga online.

Singapura salah satunya, negeri Singa itu tampak semakin serius menggarap peluang bisnis e-sport sampai pada Juli 2021, Singapura meresmikan pusat pengalaman esports pertamanya, yang dilengkapi dengan fasilitas live-streaming dan pro-esport kelas dunia.

Tak berhenti sampai di situ, akhir tahun ini tepatnya pada 17 Desember 2021, negara itu telah siap menyambut para atlet e-sport yang akan bertanding dalam ajang Gamescom edisi Asia pertama yakni acara industri video game terbesar di dunia dan Global Esports Games perdana dimana Singapura sudah ditetapkan sebagai tuan rumahnya.

Pada Mei tahun lalu, negara itu juga menjadi tuan rumah Free Fire World Series yang sukses mengumpulkan penonton hingga 5,4 juta dan mencetak rekor angka tertinggi yang pernah ada untuk setiap pertandingan esports di luar platform China, menurut Esports Charts.

Fakta ini menunjukkan betapa Singapura memang berambisi keras untuk dapat memanfaatkan peluang dari sektor e-sports yang ditaksir bernilai miliaran dolar AS.

Negara itu mengandalkan investasi infrastrukturnya, juga status sebagai pusat bisnis global, sekaligus ekosistem gamenya untuk menjadi tujuan utama Asia Tenggara untuk olahraga yang berkembang pesat tersebut.

Nyatanya e-sport memang pada perkembangannya sudah menjadi semacam peluang bisnis yang prospektif.

Bahkan Dewan Pariwisata Singapura telah menetapkan target bahwa infrastruktur digital yang dimiliki serta acara kelas dunia yang akan digelar tersebut berpotensi menjadikan Singapura sebagai lokasi yang menarik bagi industri bagi penyelenggaraan acara game dan esports.

Dengan tekad yang sama Pemerintah Singapura memberikan dukungan dalam bentuk kemudahan bagi perusahaan-perusahaan untuk melakukan eksperimen format konten dan model bisnis di bidang e-sport.

Baca juga: RANS dan EVOS berniat gabung IBL

Baca juga: EVOS Immortal siap ikuti turnamen Free Fire Master League Season IV

Halaman selanjutnya: Ekonomi baru


Ekonomi baru

Fakta dan prospek mengenai e-sport menjadikan bidang yang semula hanya ditekuni sebagai hobi itu bertransformasi sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi terkuat di industri game. Sementara Asia menjadi rumah bagi para pemain dan penggemar esports terbesar di dunia.

Di Indonesia, sejumlah pejabat secara khusus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan e-sports. Termasuk Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni.

Presiden Jokowi bahkan meminta secara khusus agar ada turnamen e-sports di Indonesia sehingga lahirlah kejuaraan Piala Presiden E-Sports.

Berdasarkan laporan ResearchAndMarkets.com, selama lebih dari dua dekade, Asia telah memimpin tren esports global dan memegang peranan sebagai prediktor perkembangan yang telah membentuk esports di seluruh dunia.

Esports di Asia menghasilkan pendapatan sebesar 543,8 juta dolar AS pada 2020 atau meningkat 4,9 persen dibandingkan 2019. Pada tahun 2021 diperkirakan akan terus meningkat dan melampaui angka 600 juta dolar AS atau tumbuh sekitar 10,5 persen.

Angka itu mencatatkan pasar esports Asia bisa berkontribusi pada lebih dari 54 persen dari pasar esports global yang bernilai hampir 1 miliar dolar AS.

Dari sisi penonton esports di Asia pun senantiasa meningkat pesat menjadi 618,4 juta pada tahun 2020 dari 510 juta penonton pada tahun sebelumnya.

Asia Tenggara sekaligus tumbuh menjadi tujuan alternatif investasi khususnya di bidang esport seluler karena sebagian besar gamer di negara-negara kawasan ASEAN menggunakan ponsel.

Sebagian besar revenue dari bisnis e-sport bersumber dari iklan, merchandise, suvenir, penjualan tiket, sampai hak siar media.

Fasilitas Terintegrasi

Menilik perkembangan e-sport di Indonesia, peluang dan prospeknya pun tak kalah cerahnya. Terlebih saat para pelakunya memiliki keinginan yang kuat untuk membangun inisiatif berorganisasi.

Bahkan salah satu organisasi e-sports bernama EVOS Esports misalnya meluncurkan Integrated Training Facility (ITF). Dengan fasilitas pelatihan terintegrasi itu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri esports di Indonesia dan Asia Tenggara.

Co-Founder & Chief Marketing EVOS Esports, Michael Wijaya mengatakan, ITF merupakan sebuah wujud sebuah infrastruktur yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi untuk terus berkarya serta berkontribusi membantu pertumbuhan industri esports dan generasi masa depan di Indonesia.

Sejak mulai dikembangkan pada Mei 2021 pembangunan EVOS ITF ini secara spesifik ditujukan untuk memiliki berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan dari setiap bagian dari EVOS, mulai dari pro player, staff, dan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai infrastruktur pelatihan untuk para pro player, fasilitas dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung kegiatan pro player,dari team-building room, streaming room, gaming room, dan leisure area untuk memberikan kenyamanan bagi para pro player.

Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat terus memberikan dukungan yang terbaik bagi para pro-player, dan terus membantu menunjang performa SDM e-sports Indonesia.

Co-Founder & Chief Business Officer EVOS Esports, Hartman Harris mengatakan, ITF akan berfungsi sebagai platform multifungsi serta ruang untuk terus berkarya dan menghadirkan berbagai konten.

Fasilitas tersebut juga menjadi episentrum bagi berbagai kegiatan termasuk, area kantor bagi tim content dan marketing, berbagai kegiatan kolaborasi dengan brand dan partner, serta ruang bagi content creator dan komunitas untuk berkumpul dan berkembang.

EVOS ITF berlokasi di Lantai 1 One Belpark Mall di Jakarta Selatan dengan luas area sebesar 765 m2, dan terdiri dari 18 ruangan termasuk lobby, guest area, kantor, conference room, dan pantry.

Hartman Harris berharap dengan inisiatif tersebut bisa menjadi semangat dan pendorong dalam perkembangan industri esports di Indonesia.

Fakta itu menjadikan bukti bahwa setidaknya di Indonesia telah berkembang infrastruktur pendukung e-sports yang ke depan diharapkan akan terus bermunculan.

Baca juga: Dukung esports, LinkAja gandeng EVOS

Baca juga: Empat tim baru resmi ikuti IBL 2022, satu dari Kalimantan

Baca juga: EVOS optimistis hadapi MPL Season 8 dengan kembalinya Luminaire

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel