Masa Depan Vaksin COVID-19 Buatan Pfizer Tunjukkan Hasil Menjanjikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington, D.C. - Perusahaan biofarmasi Pfizer mengumumkan vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan menunjukan hasil menjanjikan. Jumlah partisipan yang diberikan vaksin lebih sedikit terkena COVID-19 ketimbang yang hanya mendapat vaksin plasebo.

Kabar tersebut disambut baik oleh pemerintah AS dan pasar saham seluruh dunia karena memberikan harapan baru di pandemi corona.

Bagaimana nasib vaksin COVID-19 ini selanjutnya? Menurut laporan AP News, Selasa (10/11/2020), Pfizer masih menunggu agar lebih banyak lagi relawannya yang terkena COVID-19 untuk melihat keampuhan vaksin. Saat ini, baru ada 94 dari hampir 44.000 partisipan yang positif COVID-19.

Di antara 94 orang yang tertular, 90 persen hanya mendapat vaksin plasebo, sementara yang mendapat vaksin COVID-19 milik Pfizer hanya 10 persen. Alhasil, sementara ini vaksin Pfizer dinilai 90 persen berhasil.

Akan tetapi, Pfizer masih menunggu lagi hingga 164 partisipan yang terinfeksi untuk dianalisis. Angka 164 dinilai sebagai angka aman untuk memberikan kejelasan bagi para ilmuwan terkait kemanjuran vaksin COVID-19.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Bisakah Vaksinnya Hadir Lebih Awal?

Seorang wanita berkostum karakter terlihat di Times Square, New York, Amerika Serikat (AS), 19 Agustus 2020. Menurut Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Universitas Johns Hopkins, total kasus COVID-19 di AS telah menembus angka 5,5 juta pada 19 Agustus 2020. (Xinhua/Wang Ying)
Seorang wanita berkostum karakter terlihat di Times Square, New York, Amerika Serikat (AS), 19 Agustus 2020. Menurut Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Universitas Johns Hopkins, total kasus COVID-19 di AS telah menembus angka 5,5 juta pada 19 Agustus 2020. (Xinhua/Wang Ying)

Awalnya, Pfizer ingin langsung mengevaluasi vaksinnya ketika ada 32 infeksi. Namun, banyak ilmuwan yang berkata angka itu terlalu sedikit.

Pfizer akhirnya meminta izin ke BPOM AS agar analisis pertama mereka diundur sampai ada kasus lebih banyak.

Sebelumnya, vaksin dari AstraZeneca dan Johnson & Johnson ditahan sementara setelah ada partisipan yang mengalami masalah kesehatan. Penelitian sudah dilanjutkan.

Pfizer berkata tak ada masalah keselamatan serius yang terjadi dengan vaksin mereka sejauh ini.

BPOM AS meminta agar perusahaan pembuat vaksin melacak setidaknya setengah dari relawan vaksin selama dua bulan untuk melihat apakah ada efek samping. Pfizer memperkirakan akan meraih jangka waktu dua bulan itu jelang akhir November ini.

Kemudian, perusahaan bisa meminta izi penggunaan darurat ke BPOM AS. Badan pemerintah itu akan lebih dulu mendebat hasil studi dari perusahaan sebelum memberi izin.

Pujian dan Kritikan Donald Trump

Layar elektronik menampilkan iklan seruan bagi pasien sembuh dari COVID-19 untuk mendonorkan plasma mereka di Times Square, New York, AS, 19 Agustus 2020. Menurut Center for Systems Science and Engineering di Universitas Johns Hopkins, kasus COVID-19 di AS telah menembus 5,5 juta. (Xinhua/Wang Ying)
Layar elektronik menampilkan iklan seruan bagi pasien sembuh dari COVID-19 untuk mendonorkan plasma mereka di Times Square, New York, AS, 19 Agustus 2020. Menurut Center for Systems Science and Engineering di Universitas Johns Hopkins, kasus COVID-19 di AS telah menembus 5,5 juta. (Xinhua/Wang Ying)

Presiden AS Donald Trump memuji vaksin Pfizer, serta dampaknya pada pasar saham. Ia menyebut vaksin ini sebagai "berita besar."

Meski demikian, Trump mengkritik kenapa vaksinnya baru hadir setelah pemilu. Pihak Pfizer sebelumnya sudah menjelaskan bahwa vaksinnya diprediksi akan hadir pada pertengahan November.

Pemerintahan Trump telah memesan hingga 100 juta dosis vaksin Pfizer pada Juli lalu.

Infografis COVID-19:

Infografis 4 Ciri Kelelahan Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Ciri Kelelahan Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: