Masa Kampanye Parpol Peserta Pemilu 2014 Dimulai

Jakarta (ANTARA) - Masa kampanye bagi 10 parpol peserta Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD sudah dimulai Jumat, meskipun pengundian nomor urut parpol baru akan dimulai Senin (14/1).

"Hari ini sudah boleh kampanye, yang tidak boleh adalah rapat umum atau rapat terbuka," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam sosialisasi peraturan kampanye kepada perwakilan 10 parpol di Kantor KPU Jakarta, Jumat.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2012 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2014, masa kampanye dilakukan mulai 11 Januari hingga 5 April 2014.

Selama masa kampanye tersebut, parpol dilarang menggelar rapat umum atau rapat terbuka, serta memasang iklan hingga 21 hari menjelang masa tenang.

Rapat umum atau terbuka dan pemanfaatan iklan di media massa bisa dilakukan pada 16 Maret 2014 hingga 5 April 2014.

Pertemuan terbatas boleh dilakukan selama masa kampanye, mulai Jumat, dengan ketentuan jumlah anggota parpol yang hadir paling banyak 1.000 orang untuk tingkat pusat dan maksimal 250 orang untuk tingkat kabupaten-kota.

Pertemuan tersebut harus dilakukan dengan memberitahukan secara resmi dan tertulis kepada KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), serta kepolisian setempat.

"Prinsip dan tujuan kampanye yang penting adalah efisiensi, ramah lingkungan, dan akuntabel. Sementara itu tujuan kampanye adalah pendidikan politik dan partisipasi politik kepada masyarakat," kata Komisioner Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta, Jumat.

Ferry juga mengimbau kepada parpol untuk segera menyusun nama dan anggota tim kampanye dan menyerahkannya kepada petugas KPU sesuai dengan tingkatannya.

Terkait pemasangan alat peraga, parpol dilarang memasangnya pada tempat ibadah, jalan tol, rumah sakit, kantor-kantor pemda, dan gedung pemerintahan.

Penempelan stiker, selebaran dan sejenisnya juga tidak diperkenankan dilakukan selama kampanye.

"Prinsipnya kampanye itu ramah lingkungan, jangan seenaknya memasang iklan," tambah Ferry.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.