Masa Lalu Liga Champions: Digagas Jurnalis, Dihibur Real Madrid

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Setelah jeda internasional berakhir, klub-klub papan atas Eropa bakal kembali menjalani pertandingan lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions 2020. Mereka bakal saling jegal untuk mencuri poin demi mengamankan tempat di babak knock out turnamen antarklub paling bergengsi di Benua Biru itu.

Liga Champions selalu menghadirkan drama yang sulit terduga. Sebagai puncak kompetisi antarklub di benua Eropa, Liga Champions kerap memanjakan mata para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Perjalanan Liga Champions bermula pada tahun 1955. Seperti dilansir dari situs resmi UEFA, kompetisi ini ternyata pertama kali digagas oleh Gabriel Hanot, editor harian olahraga Prancis, L'Equipe.

Hanot bukan sembarang wartawan olahraga. Pria kelahiran Arras, Prancis, 6 November 1889 itu merupakan mantan pesepak bola yang pernah memperkuat sejumlah klub termasuk US Tourcoing FC dan BFC Preussen. Selain Liga Champions, Hanot juga adalah penggagas gelar Ballon d'Or.

Gayung Bersambut

Ilustrasi liga Champions (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi liga Champions (Liputan6.com/Abdillah)

Pada bulan Desember 1954, gagasan Hanot mendapat sambutan hangat dari otoritas sepak bola Eropa, UEFA, yang baru terbentuk. Tidak butuh waktu lama, UEFA mewujudkannya setahun kemudian, pada September 1955 dan diikuti 16 peserta, termasuk 7 juara liga, yakni RSC Anderlecht, AGF Århus, Djurgårdens IF FF, AC Milan, Real Madrid CF, Stade de Reims Champagne, dan SC Rot-Weiss Essen.

Liga Champions pertama masih bernama European Championship. Format pertandingan juga masih sistem gugur home dan away sejak babak penyisihan hingga semifinal.

Tanpa Wakil Inggris

Ilustrasi Logo dan trofi Liga Champions. (AFP/Valery Hache)
Ilustrasi Logo dan trofi Liga Champions. (AFP/Valery Hache)

Tidak ada wakil Inggris yang tampil pada Liga Champions edisi perdana ini. Bagi Hanot ini memalukan karena Wolverhampton Wanderers FC mengklaim sebagai tim terbaik di Eropa berdasarkan kemenangan yang diraih dalam laga uji coba melawan Kispest Honvéd FC dan FC Spartak Moscow.

Sebaliknya, Real Madrid tidak perlu dibujuk untuk ikut ambil bagian. Kubu Los Blancos yang kala itu masih ditangani oleh Santiago Bernabeu tengah haus pengakuan setelah sukes menjuarai Piala Latin yang sejak 1949 mempertemukan juara Liga Spanyol dengan tim-tim dari Italia, Portugal, dan Italia.

Dimenangkan Real Madrid

Real Madrid tidak hadir hanya sebagai penggembira. Sebaliknya, Tim asal Negeri Matador itu tampil menghibur Pada laga pertama, Real Madrid melumat Wakil Swiss, Servette dengan skor 2-0 dan 5-0. Sementara di babak perempat final, Los Blancos menang agregat 4-3 atas Partizan (Yugoslovakia).

Di babak semifinal, Real Madrid bertemu raksasa Italia, AC Milan. Di leg pertama, Real Madrid menang dengan 4-2. Los Blancos lolos ke final meski di leg kedua kalah 1-2 dari tim berjuluk Rossoneri itu.

Partai puncak berlangsung di Parc des Princes, 13 Juni 1956. Dalam laga ini, Real Madrid berhadapan dengan wakil tuan rumah, Stade de Reims.

Pesta gol tercipta dalam laga tersebut. Real Madrid akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 4-3.

Empat gol Madrid dicetak Di Stéfano (14), Rial (30' 79'), dan Marquitos (67). Sementara gol balasan Reims dicetak oleh Leblond (6'), Templin (10'), dan Hidalgo (62').

Selain cerita Real Madrid sebagai juara pertama Liga Champions, masa lalu Liga Champions juga telah melahirkan sejumlah kisah dan fakta menarik lainnya. Apa saja?....(bersambung).

Saksikan juga video menarik di bawah ini