Masalah Kecil Penghancur Juventus

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVAJuventus hancur lebur musim ini. Di Serie A, mereka berada di peringkat ketiga klasemen sementara di bawah Inter Milan dan AC Milan.

Di Liga Champions, pasukan Andrea Pirlo tersingkir di babak 16 besar. Juventus kalah 1-2 di markas Porto, lalu cuma menang tipis 3-2 di Turin atas 10 pemain lawan. Hasil itu membuat mereka kalah agresivitas gol tandang meski agregat sama 4-4.

Ini merupakan kedua kalinya secara beruntun Juventus terhenti di babak 16 besar. Mirisnya, raksasa Serie A pemilik sembilan gelar beruntun itu malah semakin tak mampu bersaing di Eropa.

Lebih tepatnya lagi ketika Cristiano Ronaldo datang ke Turin pada 2018 silam. Sebelum dua kali terhenti di babak 16 besar, Juve cuma sampai ke babak perempatfinal. Mereka ditumbangkan Olympique Lyon musim 2018/2019.

Bek sayap Juventus, Alex Sandro mengakui penurunan performa timnya. Dia menilai ada yang salah dalam pendekatan Juventus menghadapi pertandingan. Juventus, kata Alex Sandro, terlalu menganggap mudah semua laga.

“Kami kecewa dengan kegagalan kemarin. Di leg pertama kami memulai dengan buruk di babak pertama dan kedua. Persis di momen-momen ketika pertandingan tampak mudah itulah yang harus kami tingkatkan," kata Sandro, dikutipn Football Italia.

"Anda bisa kebobolan bahkan ketika situasinya tidak terlihat berbahaya, dan ini bisa berujung ke kekalahan. Kami harus berpikir bahwa setiap penguasaan bola itu penting, dan setiap aksi bisa mengubah laga dan musim kami," sambungnya.

Juventus tak punya banyak waktu untuk meratapi kehancuran mereka. Akhir pekan ini, La Vecchia Signora sudah ditunggu Cagliari. Kemenangan adalah jalan satu-satunya untuk menjaga peluang mereka mempertahankan gelar domestik.