Masalah Pompa Bensin, Toyota Recall 5,8 Juta Mobil

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Toyota Motor Corporation (TMC) mengumumkan perluasan penarikan kembali untuk perbaikan atau recall karena masalah pompa bahan bakar. Kampanye perbaikan ini, melibatkan total 5,84 juta unit kendaraan di seluruh dunia.

Melansir Reuters, raksasa asal Jepang ini mengatakan, telah menambahkan sebanyak 1,52 juta unit kendaraan di AS yang terlibat recall yang pertama kali diumumkan pada Januari lalu. Untuk model yang terlibat juga cukup banyak, dengan rentan waktu produksi antara Juli hingga September 2017.

Toyota mengatakan, kendaraan yang memiliki pompa bahan bakar yang terindikasi bermasalah dapat berhenti beroperasi, dan dapat mengakibatkan kendaraan mati, dan tidak dapat dihidupkan kembali.

Pihak diler Toyota sendiri, akan mengganti pompa bahan bakar yang bermasalah tersebut dengan komponen yang lebih baik.

Penarikan kembali ini mencakup berbagai model, termasuk Lexus LS 460 dan GS 350 2013-2015, Toyota Highlander 2017-2019, Toyota Sienna dan Lexus RX 350 2017-2020, Toyota Avalon 2018-2020, Toyota Camry, Corolla, Sequoia, Tacoma, Tundra, serta Toyota RAV4 2019-2020.

Rem Bermasalah, Toyota Recall Innova dan Fortuner di Indonesia

Sementara itu, recall mobil Toyota juga terjadi di Indonesia. Kampanye penarikan kembali untuk diperbaiki atau recall kembali dilakukan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM).

Kali ini, raksasa otomotif asal Jepang ini, mengajak pemilik Kijang Innova dan Fortuner dengan tahun produksi Agustus 2019 untuk mengecek brake vacuum hose di kendaraannya.

Kampanye perbaikan ini sendiri, untuk memastikan keamanan dan keselamatan berkendara bagi para konsumennya.

Dijelaskan Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto, himbauan ini sejalan dengan inisiasi secara global dari Toyota Motor Corp (TMC), yang dialkukan distributor Toyota di dunia, termasuk Indonesia.

"Kami sangat anjurkan agar pemilik Kijang Innova dan Fortuner dengan produksi Agustus 2019 segera mengecek kendaraannya demi kenyamanan dan keselamatan berkendara," ujar Henry dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Senin (25/8/2020).

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: