Masalah Taliban Belum Usai, ISIS Mulai Mengancam Afghanistan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Saat warga Afghanistan yang putus asa memadati bandara Kabul yang mencoba melakukan penerbangan evakuasi untuk melarikan diri dari Taliban, para pejabat telah memperingatkan ancaman terorisme lainnya yakni kelompok militan ISIS.

Presiden Joe Biden mengatakan ada "risiko akut dan berkembang" dari serangan di bandara oleh cabang regional kelompok itu, yang disebut Islamic State-Khorasan atau ISIS-K. Demikian seperti melansir Channel News Asia, Kamis (26/8/2021).

Amerika Serikat, Inggris dan Australia telah mengatakan kepada warganya untuk meninggalkan daerah itu ke lokasi yang lebih aman.

Ketika ditanya langsung tentang ancaman itu, seorang juru bicara Taliban mengakui risiko "gangguan" yang menyebabkan masalah dalam situasi kacau yang mereka tuduh sepenuhnya pada evakuasi yang dipimpin AS.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kelompok ISIS Regional

Perempuan Afghanistan dengan burqa berjalan di sebuah jalan di Kabul, pada Minggu (22/8/2021). Taliban merebut kembali kendali Afghanistan, hampir dua dekade setelah mereka digulingkan koalisi pimpinan AS. (AP Photo/ Rahmat Gul)
Perempuan Afghanistan dengan burqa berjalan di sebuah jalan di Kabul, pada Minggu (22/8/2021). Taliban merebut kembali kendali Afghanistan, hampir dua dekade setelah mereka digulingkan koalisi pimpinan AS. (AP Photo/ Rahmat Gul)

Beberapa bulan setelah ISIS mendeklarasikan kekhalifahan di Irak dan Suriah pada tahun 2014, kelompok yang memisahkan diri dari Taliban Pakistan bergabung dengan militan di Afghanistan untuk membentuk cabang regional, berjanji setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Kelompok itu secara resmi diakui oleh pimpinan pusat ISIS pada tahun berikutnya karena berakar di timur laut Afghanistan, khususnya provinsi Kunar, Nangarhar dan Nuristan.

Ia juga berhasil mendirikan sel-sel tidur di bagian lain Pakistan dan Afghanistan, termasuk Kabul, menurut pemantau PBB.

Perkiraan terbaru kekuatannya bervariasi dari beberapa ribu pejuang aktif hingga serendah 500, menurut laporan Dewan Keamanan PBB yang dirilis bulan lalu.

"Khorasan" adalah nama historis untuk wilayah tersebut, mengambil bagian dari apa yang sekarang disebut Pakistan, Iran, Afghanistan, dan Asia Tengah.

Cabang Negara Islam Afghanistan-Pakistan telah bertanggung jawab atas beberapa serangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok ini telah membantai warga sipil di kedua negara, di masjid, tempat suci, alun-alun dan bahkan rumah sakit.

Kelompok ini secara khusus menargetkan Muslim dari sekte yang dianggap sesat, termasuk Syiah.

Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting:

Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel