Masih Asri, Inilah 4 'Hidden Gems' Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Banyak permata atau lokasi indah yang tersembunyi (hidden gems) di Yogyakarta. Selain terkenal karena warganya yang ramah dan menyajikan makanan dengan cita rasa nikmat padahal bertarif murah, Yogyakarta juga menyuguhkan tempat wisata yang tak pernah membosankan untuk dinikmati.

Berikut empat hidden gems yang wajib dikunjungi apabila berada di Yogyakarta.

1. Pantai Wedi Ombo

Sekitar 70 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta tepatnya di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul terdapat sebuah pantai yang cukup unik dibandingkan pantai di Yogyakarta pada umumnya. Pantai tersebut oleh warga sekitar dijuluki sebagai Pantai Wedi Ombo.

Sesuai namanya, wedi yang berarti pasir dan ombo yang berarti luas, Wedi Ombo memiliki hamparan pasir putih yang didominasi oleh batuan karang di sekitarnya. Berbeda dengan pantai lainnya, Wedi Ombo masih terbilang asri dan jauh dari campur tangan manusia.

Hal ini karena jalan ke Wedi Ombo cukup sulit dan juga jauh sehingga memakan waktu yang cukup lama. Akan tetapi Wedi Ombo juga menyimpan pesonanya sendiri, yaitu Laguna sedalam 1,5 meter yang dapat dipakai untuk menikmati pemandangannya tanpa henti. Cukup merogoh kocek Rp2.000 bagi pengunjung yang membawa motor dan Rp5.000 untuk mobil, maka pengunjung dapat menikmati Laguna Wedi Ombo sepuasnya.

2. Watu Giring

Hidden Gem yang satu ini juga masih berasal dari Gunungkidul. Tepatnya terletak di Jelok, Sambirejo, Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul. Cukup merogoh kocek sebesar Rp2.000 bagi pengunjung yang membawa motor dan Rp 5.000 untuk mobil untuk biaya parkir maka pengunjung dapat menikmati tempat wisata ini.

Watu Giring adalah bekas penambangan batuan kapur yang ditumpuk menyerupai sebuah kuil. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Watu Giring ketika matahari terbenam. Sebab, ketinggian hidden gem di Yogyakarta ini membuat pengunjung seperti duduk di atas kuil dan sinar matahari seolah sejajar dengan mereka.

Negeri di Atas Awan

3. Bukit Panguk Keduwung

Bila bosan dengan wisata air, hidden gems yang satu ini menyajikan pemandangan alam yang fantastis. Terletak di dusun Kediwung, Mangunan, Dlingo, Bantul Bukit Panguk Keduwung dijuluki sebagai negeri di atas awan.

Julukan tersebut lahir karena ketika pagi hari bukit ini diselimuti awan, sehingga pengunjung yang datang pada pagi hari akan merasakan sensasi berada di atas awan. Seperti destinasi wisata pada umumnya, untuk masuk ke Bukit Panguk Keduwung pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 2.500 dan parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Sementara, beberapa spot foto dikenai tarif sebesar Rp 3.000. Untuk spot foto maksimal hanya melayani tiga pengunjung pada waktu yang bersamaan.

Saat yang paling tepat untuk mengunjungi destinasi wisata ini adalah ketika sunrise. Meskipun ditemani dinginnya udara Bantul, tetapi pemandangan yang ada akan menggantikan karena bukit ini menghadap ke arah timur tepat ke arah matahari terbit.

4. Sungai Mudal Kulon Progo

Acap kali mendengar kata sungai, biasanya yang terbayang di dalam imajinasi kita adalah sungai dengan air yang kotor dengan satu dua sampah yang ikut terbawa arus. Tetapi tenang saja imajinasi itu akan hilang ketika sudah mengunjungi Sungai Mudal.

Wisata ini terletak di Dusun Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Selain wisata air, di sini juga terdapat flying fox dan permainan outbond. Apabila hanya ingin berswa fotopun juga bisa.

Jernihnya air Sungai Mudal ini karena airnya langsung mengalir dari tebing Gunung Kelir. Selain itu, Sungai Mudal juga mnyuguhkan udara yang amat sejuk dan suasana yang tenang karena Sungai Mudal terletak pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.

Untuk menikmati keindahan Sungai Mudal cukup membeli tiket masuk sebesar Rp10.000 dan untuk parkir dikenakan tarif Rp2.000i untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Penulis: Yohana Nabilla

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel