Masih di ICU, anak Ahmad Dhani belum bisa diperiksa

MERDEKA.COM. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut yang merenggut enam nyawa di Tol Jagorawi. Anak Ahmad Dhani yang terlibat kecelakaan belum bisa diperiksa karena kaki kanannya patah.

"Kita masih dalam penyelidikan, dan Dul masih di ICU," ujar Kanit Laka Lantas Jakarta Timur AKP Agung, Minggu (8/9).

Anak bontot Dhani itu diduga sebagai penyebab kecelakaan yang terjadi dinihari tadi. Mobil Lancer yang dikemudikan Dul meloncati pagar pembatas jalan, hingga ke arah berlawanan.

Meski begitu, menurut Agung, pihak masih melakukan pengkajian. Mengenai pelanggaran yang dilakukan, Agung pun, masih belum mengungkapkan. "Saya belum bisa kasih keterangan," katanya.

Untuk hasil tes urine dan narkoba, menurut Agung, akan keluar tidak lama lagi. Dul kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah. "Satu dua jam lagi bisa diketahui," katanya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi Kaharni saat kejadian mobil dipacu dengan kecepatan tinggi. Ini bisa dilihat dari kondisi mobil yang rusak parah.

Seperti diketahui, kecelakaan terjadi ketika Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang ditumpangi Dul melaju dari arah Bogor menuju Jakarta. Tiba-tiba kendaraan melompati pagar dan langsung berada di jalur yang berlawanan arah.

Di saat bersamaan, minibus Grand Max dengan nomor polisi B 1349 TFM yang ditumpangi 13 orang melaju dari arah Taman Mini menuju Cibubur. Grand Max lalu menghantam mobil yang dibawa Dul. Kemudian mobil Grand Max diseruduk Avanza D 1882 UZJ dari belakang.

6 Orang tewas dan 11 orang luka. Dul mengalami patah kaki kanannya kini dirawat di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.