Masih Jadi Tertinggi Sedunia, Kasus COVID-19 di Amerika Serikat Kini Tembus 19 Juta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington D.C- Kasus infeksi Virus Corona COVID-19 di Amerika Serikat telah melampaui 19 juta pada Minggu (27 Desember 2020) waktu setempat.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (28/12/2020) data dari John Hopkins University menunjukkan bahwa angka itu menandai tercatatnya 1 juta kasus baru COVID-19 yang tercatat di AS kurang dari sepekan.

Instusi yang berbasis di Baltimore itu mengatakan bahwa AS telah mencatat 165.151 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam, menjadikan totalnya sebanyak 19.107.675.

Selain itu, negara tersebut juga telah mencatat total 333.069 kematian terkait Virus Corona COVID-19, yang jumlahnya tertinggi di dunia.

Diketahui bahwa dalam beberapa bulan terakhir, kasus COVID-19 di AS telah begitu naik dengan tajam. Negara dengan ekonomi terbesar dunia itu juga telah menambahkan setidaknya 1 juta kasus baru per pekan sejak awal November 2020, demikian menurut penghitungan AFP dari data Johns Hopkins.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1 dari 1.000 orang di AS Meninggal Dunia Karena COVID-19

Foto 11 Maret 2020, Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) mengatakan negaranya akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari dalam upaya memerangi virus corona Covid-19. (Xinhua/Liu Jie)
Foto 11 Maret 2020, Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) mengatakan negaranya akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari dalam upaya memerangi virus corona Covid-19. (Xinhua/Liu Jie)

Sementara itu, data Johns Hopkins pada Sabtu (26 Desember) menunjukkan bahwa satu dari 1.000 orang di Amerika Serikat telah meninggal dunia karena Virus Corona COVID-19.

Namun lebih dari satu juta orang di AS telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19, yang menandai sebuah tonggak bersejarah dalam upaya vaksinasi terbesar dalam sejarah AS, meski para pejabat mengakui bahwa kecepatan waktu peluncurannya tidak sesuai dari jadwal.

Selain itu, vaksin juga dianggap tidak akan membantu lonjakan kasus baru-baru ini di negara tersebut.

Ilmuwan terkemuka pemerintah AS, Anthony Fauci memperingatkan bahwa pandemi terburuk mungkin belum datang.

Maka dari itu, ia mendorong agar negara tersebut memperhatikan titik kritis dengan terjadidnya gelombang perjalanan selama musim liburan, yang berisiko meningkatkan kasus COVID-19.

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: