Masih Khawatir Pada Efek Samping Vaksin COVID-19?

Toto Pribadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Vaksin COVID-19 sudah diberikan pada kelompok tenaga kesehatan dan akan baru saja dimulai dilakukan tahapan kedua dengan jangkauan lebih luas, seperti pedagang pasar dan lansia. Meski begitu, masih ada saja orang yang mengkhawatirkan tentang efek samping vaksin tersebut.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan masyarakat tidak perlu khawatir akan efek samping vaksin COVID-19. Berdasarkan pantauan terhadap lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, belum ada laporan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius.

Dalam catatan Satgas COVID-19, efek samping pascapenyuntikan vaksin COVID-19 sebulan terakhir umumnya ringan dan cepat hilang. Efek yang biasanya muncul adalah seperti gatal, pegal, dan sedikit nyeri di lokasi suntikan. Beberapa orang yang divaksinasi juga menyebutkan efek seperti mengantuk, demam, dan lapar.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), malah menyebutkan bahwa beberapa efek yang muncul setelah divaksinasi tersebut menandakan bahwa vaksinnya sedang bekerja. "Itu bukan (gejala) terinfeksi COVID. Itu tubuhmu sedang membangun kekebalan tubuh,” ujar terhadap protein yang menyerupai penyebab penyakit," tegas Amanda Cohn, Tenaga Ahli CDC seperti dilansir dari foxnews.com.

Langkah Sederhana Atasi Efek Samping
Mengalami efek samping vaksin seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak mendapatkan vaksin COVID-19. Jika kamu khawatir, atau sedikit lebih sensitif terhadap reaksi peradangan, ada beberapa cara untuk melindungi diri.

Seperti dikutip dari laman Times of India, salah satu cara untuk meredakan gejala tersebut adalah dengan mengompres es atau terapi air dingin pada lokasi suntikan. Cara ini bisa secara efektif meredakan peradangan, meminimalisasi nyeri apapun yang mungkin dialami. Menggunakan pereda sakit alami seperti ini juga bisa mengurangi risiko reaksi obat.

Cara lainnya untuk menambah gerakan dan mengurangi kekakuan pada lengan adalah dengan berolahraga. Cobalah menggerakan lengan dengan gerakan berulang yang lembut. Ini bisa membantu meredakan peradangan lokal dan sakit otot yang menyebabkan nyeri.

Selain itu, bengkak dan ruam juga merupakan reaksi peradangan yang umum yang mungkin terjadi setelah vaksinasi. Ini dianggap sebagai tanda bahwa vaksin bekerja dengan baik. Bengkak, ruam atau demam akan menurun dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari. Tapi, bagi beberapa orang, efek tersebut bisa membuat sakit. Karenanya, menggunakan terapi es bisa menjadi cara terbaik mengurangi bengkak, nyeri dan reaksi berkaitan lainnya.