Masih Ngeyel Berkerumun? Ini Efek Jangka Panjang Setelah Sembuh dari Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PSBB yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta bertujuan untuk menjaga jarak dan mencegah kerumunan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Namun, seiring lamanya pandemi beberapa warga mulai kurang peduli dengan aturan, bahkan sebagian merasa yakin dirinya tak akan mudah tertular.

Padahal menerapkan protokol kesehatan 3 M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak kapan pun di mana pun tak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk keselamatan orang lain.

Tak banyak diketahui masyarakat orang yang berhasil sembuh dari Covid-19 sekalipun cenderung akan mengalami kesulitan untuk kembali hidup normal beberapa bulan kemudian.

Sakit akibat Virus Covid-19 memang dapat disembuhkan. Namun, beberapa orang yang pulih dari kasus serius Virus Covid-19 ternyata mengalami efek samping atau disebut long-Covid-19.Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr. Indra Setiawan mengungkapkan dari beberapa negara yang telah melakukan penelitan terkait gejala ikutan atau gejala lanjutan jangka panjang Covid-19 atau biasa disebut long-Covid-19 ditemukan gejala berbeda-beda.

"Ada yang merasakan efek samping dirasakan sama persis pada saat ia menderita Covid-19 mulai dari sesak napas, batuk, pilek, lemah, dan rasa lelah berlebihan. Malah bahkan ada yang juga pengaruhnya ke jantung, dan timbul ruam-ruam di kulit," katanya.

Dr.Indra kembali menjelaskan, namun dari semua gejala paling umum ditemui mereka umumnya merasakan rasa lelah berlebihan. Selain itu gejala sesak dan batuk juga muncul sejak mereka dinyatakan pulih dari Covid-19 dan kemunculan gejala tersebut pada tiap orang berbeda-beda.

"Dari sejak dinyatakan pulih gejala seperti sesak napas dan batuk dengan kemunculan di setiap orang berbeda-beda ada yang 6 minggu, bahkan 12 minggu gejala ini baru keluar," ungkap dr.Indra.

Gejala-gejala yang muncul seperti lelah, sesak, dan batuk yang muncul belakangan tersebut dampaknya akan mengganggu psikis mereka yang dinyatakan pulih.

"Karena kemunculan gejala tersebut muncul pikiran-pikiran, oh apakah saya sudah sembuh? Atau saya terinfeksi lagi? Kok lelah ini berkelanjutan seperti ini ya?," katanya.

Hal itu pulalah yang ikut dirasakan oleh Jessy, warga DKI Jakarta yang tinggal di kawasan Kelapa Gading yang telah dinyatakan pulih di mana sebelumnya pada Juli lalu ia divonis positif Covid-19 dan dirawat selama 3 minggu di RS Mitra Keluarga.

"Waktu dinyatakan positif langsung dirawat dan karantina, seminggu dirawat hasilnya udah negatif, tapi pas di rontgen paru-paru masih ada flek jadi gak boleh balik sampai akhirnya 3 minggu dirawat," kata Jessy.

Namun, sejak keluar dari rumah sakit ia mulai merasakan sesuatu yang tak biasa di mana ia merasa cepat lelah dalam bekerja. Karena pekerjaannya di stasiun televisi menuntut cukup banyak gerak ia pun dapat mudah membandingkannya.

Masih Ngeyel Berkerumun? Ini Efek Jangka Panjang Setelah Sembuh dari Covid-19
Masih Ngeyel Berkerumun? Ini Efek Jangka Panjang Setelah Sembuh dari Covid-19

“Saat mulai kerja lagi entah kenapa badan jadi cepet banget capek padahal yang dikerjain itu hal yang biasa dikerjain dulu. Sampai sempat berpikir terinfeksi lagi, setelah cek syukurnya nggak,” jelasnya.

Lebih jauh dr.Indra menekankan sebelum adanya obat/ drug of choice dari Covid-19 dan sebelum adanya vaksin yang secara efektif dapat menghambat atau memutus transmisi ada baiknya kita tetap melakukan 3M sesuai arahan dari Pemda DKI yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, serta mematuhi protokol kesehatan di mana pun kita berada agar tidak terinfeksi.

Lalu untuk mereka yang pernah terkonfirmasi Covid-19 harus terus menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara menyeluruh.

"Seperti mengatur pola makan, mengatur pola istirahat/tidur kita, jangan begadang kalau tidak perlu. Hindari mengonsumsi alkohol dan berhenti merokok. Serta berolahraga sesuai kemampuan tubuh dan jangan dipaksakan,” jelas dr.Indra.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: