Masih pandemi, BPS sebut mobilitas penduduk keluar rumah meningkat

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan makin banyak masyarakat yang berani berkegiatan keluar rumah pada periode Maret 2021 meski saat ini masih terjadi pandemi COVID-19.

"Mobilitas penduduk di rumah mulai berkurang, artinya masyarakat sudah banyak yang mulai keluar rumah," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto di Jakarta, Kamis.

Setianto mengatakan salah satu alasan penyebab masyarakat mulai berani keluar rumah adalah program vaksinasi yang sudah dilakukan pemerintah sejak tiga bulan terakhir.

"Mungkin karena semakin banyak masyarakat yang sudah divaksin. Ini bisa menyebabkan keyakinan dan kenaikan tingkat kepercayaan diri," katanya.

Berdasarkan data olahan BPS, perubahan mobilitas penduduk secara bulanan tersebut terlihat di tempat perdagangan ritel dan rekreasi, tempat belanja kebutuhan sehari-hari, taman, tempat transit, tempat kerja dan rumah.

Perubahan mobilitas mencolok terjadi di tempat belanja yang mencatatkan adanya perubahan positif pada Maret 2021 sebesar 1,8 persen dibandingkan Februari yang masih minus 5,1 persen.

Di tempat lainnya, rata-rata masih mencatatkan perubahan yang minus, meski terlihat mulai terjadi peningkatan pergerakan mobilitas penduduk dibandingkan Februari.

Pergerakan penduduk di tempat perdagangan ritel dan rekreasi tercatat minus 17 persen pada Maret 2021, sedikit meningkat dibandingkan Februari yang minus 22,2 persen.

Pergerakan penduduk di tempat transit juga mengalami peningkatan, dari minus 28,3 persen pada Februari menjadi minus 25,6 persen pada Maret 2021.

"Kondisi ini makin menunjukkan adanya mobilitas penduduk selama Maret. Jadi selain ada vaksin, masyarakat juga ketat menerapkan protokol kesehatan," kata Setianto.

Baca juga: BPS catat inflasi Maret 2021 sebesar 0,08 persen
Baca juga: Epidemiolog: Mobilitas penduduk dihentikan cegah transmisi COVID-19
Baca juga: Prioritas vaksin perlu perhatikan tingkat pergerakan penduduk