Masih Pandemi, Jumlah Jemaat Ibadah Natal di Gereja di Depok Dibatasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Umat Kristiani di Kota Depok melaksanakan ibadah Natal di sejumlah gereja. Mengingat masih pandemi Covid-19, pengurus gereja di Kota Depok membatasi jumlah jemaat yang beribadah di gereja.

Majelis Gereja Pancaran Kasih Diaken Tanto Istianto mengatakan, pengurus Gereja Pancaran Kasih pada perayaan peribadatan Natal 2021 memberlakukan penerapan protokol kesehatan. Penerapan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid -9 di Kota Depok khususnya kepada jemaat Gereja Pancaran Kasih.

"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19," ujar Tanto, Sabtu (25/12/2021).

Dia mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, gereja dapat menampung seluruh jemaat, namun dikarenakan masih pandemi, maka hanya dapat diikuti 250 orang jemaat. Hal itu dilakukan untuk mematuhi peraturan dan kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Biasanya itu jemaat penuh, sesuai kapasitas gereja dan pada malam Natal itu bisa mencapai 700 orang. Namun kali ini kita batasi hanya 250 orang maksimalnya," ucap Tanto.

Ada Live Streaming

Tanto menjelaskan, jemaat yang tidak dapat mengikuti peribadatan di gereja telah disediakan saluran live streaming. Melalui live streaming, jemaat dapat mengikuti peribadatan yang telah diarahkan di Gereja Pancaran Kasih.

"Kami mengapresiasi para aparat keamanan yang telah memperhatikan ikut membantu pengamanan di gereja sehingga jemaat dapat beribadah dengan baik dan aman dan kita bisa diterima oleh masyarakat sekitarnya," jelas dia.

Untuk Gereja Pancaran Kasih, peribadatan dibagi dalam beberapa sesi, pada malam Natal dibagi dua sesi yaitu pukul 16.00 WIB dan 19.00 WIB. Sedangkan pada hari ini ibadah dibagi menjadi dua sesi yaitu mulai pukul 10.00 WIB dan 18.00 WIB.

"Pembagian dan peribadatan dikarenakan kami melaksanakan protokol kesehatan," ucap Tanto.

Anak usia di bawah 12 tahun belum boleh masuk gereja

Sementara, Pastor Kepala Gereja Katolik paroki Santo Paulus Romo Agustinus Anton Widarto mengatakan, Gereja Paroki Santo Paulus Depok menggelar peribadatan perayaan Natal di gereja. Namun terdapat sejumlah ketentuan yang diterapkan sesuai aturan yang diberikan Pemerintah.

"Anak usia di bawah 12 tahun belum boleh masuk, karena mengikuti aturan dari pemerintah juga,” ujar Romo Agustinus saat ditemui di gereja.

Romo Agustinus mengungkapkan, selain anak di bawah usia 12 tahun, anak yang belum mendapatkan vaksinasi juga tidak diperkenankan mengikuti peribadatan di gereja. Hal itu dilakukan sebagai upaya pengurus gereja melindungi jemaat yang beribadah.

"Jadi diutamakan yang sudah vaksin saja, kami harus daftar secara menggunakan google form setiap orang dan kami jatah sebanyak 250 jemaat sudah terpenuhi," ungkap Romo Agustinus.

Pada perayaan Natal, jemaat yang datang harus mencuci tangan terlebih dahulu di lokasi parkiran yang telah disediakan. Setelah itu jemaat melakukan scan barcode PeduliLindungi dan pengukuran suhu tubuh.

"Setelah proses tersebut terpenuhi, jemaat kembali mencuci tangan dan dapat masuk ke dalam gereja," ucap Romo Agustinus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel