Masih Ragu Periksa Gigi ke Dokter? Yuk, Manfaatkan Konsultasi Gratis secara Virtual Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 membuat orang-orang semakin peduli terhadap kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar dapat melawan virus dan memastikan diri terhindar dari stres akibat perubahan rutinitas yang besar.

Munculnya kesadaran yang tinggi untuk menjaga kesehatan tentu menjadi kabar baik, dengan begitu risiko terkena virus bisa ditekan dan tubuh menjadi lebih sehat. Sayangnya, hasil riset terbaru Pepsodent melaporkan bahwa masa pandemi juga berdampak pada rutinitas perawatan gigi dan mulut, terutama pada anak-anak.

Kesehatan Gigi dan Mulut Diabaikan

Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)

Dibandingkan dengan tahun 2018, saat ini lebih sedikit orang yang menyikat gigi dua kali sehari. 1 dari 3 orang dewasa mengaku melewati hari tanpa menyikat gigi. Jumlah orang dewasa yang menyikat gigi turun hingga 5% dan anak-anak sebesar 11%.

Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)

Ketika orang tua tidak sikat gigi, anak-anak cenderung akan meniru. Tercatat, anak-anak 14 kali lebih sering tidak menyikat gigi jika orang tuanya tidak sikat gigi. Parahnya lagi, 1 dari 10 anak tidak menyikat gigi 2x sehari.

Dalam hasil riset tersebut, terungkap pula kebiasaan salah yang dilakukan oleh orang tua. 1 dari 2 orang tua memperbolehkan anak mengonsumsi makanan manis sebelum tidur. Dan 1 dari 5 orang tua mengizinkan anak tidak menyikat gigi sebagai sebuah hadiah. Ini tentu tidak boleh dibiarkan sebab tidak menyikat gigi sama dengan mengundang masalah gigi dan mulut.

Terungkap, Orang-orang Menghindari Periksa ke Dokter Gigi

Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)

Selain melaporkan data kebiasaan menyikat gigi yang menurun, riset Pepsodent juga menyinggung soal kunjungan ke dokter gigi yang menurun drastis di masa pandemi. Terungkap, 7 dari 10 orang mengaku menghindari periksa ke dokter gigi.

Alasan untuk menunda pergi ke dokter gigi memang masuk akal, tapi sama sekali tidak berkonsultasi itu juga salah. Terlebih bila kamu memiliki riwayat masalah gigi dan mulut serta kebiasaan perawatan yang tidak disiplin.

Kabar baiknya, di mana pun kamu berada, di seluruh wilayah Indonesia sekalipun, sekarang bisa konsultasi secara GRATIS dengan layanan Tanya Dokter Gigi by Pepsodent. Di sini, kamu bisa bertanya ke dokter gigi melalui chat ataupun video call.

Jangan khawatir apabila kamu perlu di luar jam praktek dokter karena ada Oral Health Diagnostic Tools (AI) yang siap membantu menjawab pertanyaan – pertanyaan kamu secepat mungkin.

Ilustrasi menggosok gigi bersama anak. (Shutterstock)
Ilustrasi menggosok gigi bersama anak. (Shutterstock)

Seiring berlangsungnya Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021, Pepsodent meluncurkan kampanye #SikatGigiSekarang sebagai upaya mengajak para orang tua dan anak-anak agar menjalani rutinitas sikat gigi pagi dan malam, karena kita semua tahu bahwa bimbingan dari orang tua memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan tubuh.

Tanya Dokter Gigi by Pepsodent.
Tanya Dokter Gigi by Pepsodent.

Layanan konsultasi Tanya Dokter Gigi by Pepsodent ini turut didukung oleh 28 Fakultas Kedokteran Gigi dan 50 Cabang PDGI di seluruh Indonesia.

Dengan berkonsultasi ke dokter gigi secara rutin 6 bulan sekali, secara tak langsung kamu turut bergabung dalam gerakan #SikatGigiSekarang untuk wujudkan #SenyumIndonesia.

Tunggu apa lagi? Yuk, langsung WhatsApp di nomor 0878-8876-8880 atau kunjungi tanyadoktergigi.co.id

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel