Masih Suasana Lebaran, Doni Monardo Ingatkan Bahaya Klaster Halalbihalal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Suasana Lebaran yang masih terasa di masyarakat membuat Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan bahaya klaster halalbihalal. Ini terlihat sebagian masyarakat ada yang menggelar halalbihalal tatap muka dengan kumpul dan makan bersama.

Ketika halal bihalal tatap muka dilakukan, potensi penularan virus Corona dapat terjadi. Para pejabat di seluruh daerah pun diingatkan potensi penularan COVID-19 dari kegiatan tersebut.

"Masih ada suasana Idulfitri ya sebuah tradisi bagi bangsa kita untuk halalbihalal. Kegiatan ini punya risiko yang sangat besar. Ada beberapa klaster halalbihalal yang sudah terjadi," pesan Doni saat Rapat Koordinasi Satgas Nasional pada Minggu, 23 Mei 2021.

"Mohon ini menjadi atensi kepada seluruh daerah. Bahwa kegiatan halalbihalal dengan acara makan-makan tentu punya resiko yang sangat tinggi sekali (penularan COVID-19)."

Dalam hal ini, butuh kesadaran kolektif terhadap penularan COVID-19. Harus saling mengingatkan adanya setiap kegiatan yang dapat membahayakan satu sama lain, seperti halal bihalal tatap muka.

"Sekali lagi, kita harus mengingatkan, setiap ada aktivitas yang dapat membahayakan satu sama lainnya, harus ada yang tampil sebagai pahlawan kemanusiaan untuk berani mengingatkan. Hanya dengan mengingatkan, kita bisa mengurangi risiko," imbuh Doni Monardo.

"Ada sanksi tapi bersifat terpaksa. Begitu tidak ada petugas, nanti aktivitas tersebut akan terulang kembali. Kesadaran kolektif, kesadaran pribadi harus setiap hari dibangun."

Klaster Halalbihalal Mulai Muncul di Jakarta

Petugas usai melakukan tes usap PCR Covid-19 warga di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/5/2021). Sebanyak 51 orang warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung positif Covid-19 yang berasal dari klaster halal bi halal saat lebaran Idul Fitri. (Liputan6.com/Herman Za
Petugas usai melakukan tes usap PCR Covid-19 warga di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/5/2021). Sebanyak 51 orang warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung positif Covid-19 yang berasal dari klaster halal bi halal saat lebaran Idul Fitri. (Liputan6.com/Herman Za

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19 Dewi Nur Aisyah memaparkan, klaster halalbihalal mulai muncul baru-baru ini, terutama di Jakarta.

"Baru mulai bermunculan saat ini terkait dengan klaster halalbihalal. Kita lihat ada di DKI Jakarta, yaitu di daerah Cilangkap ada dua RT yang terkena dan jumlahnya (positif COVID-19) cukup banyak," paparnya.

Data Satgas COVID-19 mencatat, klaster halal bihalal terjadi di RT03/RW03 dan RT06/RW03 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di RT03/RW03, jumlah warga positif COVID-19 ada 51 orang di 16 rumah, sedangkan di RT06/RW03 ada 30 orang positif COVID-19 dari 5 Kepala Keluarga (KK).

Melihat data di atas, Doni Monardo pun mengimbau tetap mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya, demi pengendalian COVID-19 berjalan baik.

"Kita tidak tahu sampai kapan COVID-19. Apabila kita secara bersama-sama menyadari COVID-19 masih mengancam dan terhindar dengan patuh protokol kesehatan, saya yakin pengendalian COVID-19 baik," ucap Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau ada peningkatan kasus COVID-19 pasti akan terjadi, tetapi terkendali. Kalau terkendali selama 1,5-2 bulan kedepan, ini bisa jadi kado hadiah bagi perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan bangsa kita."

Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan

Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel