Masjid Agung Al-Azhar, Sempat Jadi Terbesar di Jakarta Sebelum Istiqlal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Apabila Anda melihat sebuah kubah besar berwarna putih di sisi jalan saat menuju ke Jalan Sudirman Jakarta, dan kubah tersebut berbentuk bawang, bisa dipastikan itu adalah kubahnya Masjid Agung Al-Azhar.

Masjid Agung Al-Azhar berada di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid bercorak arsitektur Timur Tengah ini sempat menyabet masjid terbesar di Jakarta sebelum Masjid Istiqlal berdiri.

Masjid ini mulai dibangun pada 19 November 1953 dan rampung pada 1958. Gagasan pembangunannya diprakarsai oleh 14 tokoh Partai Masyumi. Masjid ini di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam. Yayasan ini juga menaungi sekolah Al-Azhar yang berada di dalam satu kompleks.

Penamaan Al-Azhar pada masjid ini terinspirasi dari Imam Besar Al-Azhar, Mesir, Syekh Mahmud Syaltut yang saat itu berkunjung ke Indonesia. Dirinya mengusulkan agar masjid ini dinamakan Al-Azhar.

Nama tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran dan ketokohan Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan Hamka. Hamka dinilai mampu membawa Masjid Al-Azhar sebagai pusat dakwah dan kebangkitan muslim di Indonesia.

Masjid Al-Azhar memang menjadi pusat Islam yang berkembang pesat di Indonesia. Tak hanya menjadi tempat beribadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan sosial dan keislaman.

Masjid ini juga tercatat sebagai masjid dengan predikat modern pertama di tanah air. Pasalnya, masjid ini dilengkapi sejumlah fasilitas publik untuk menunjang gerakan dakwah seperti perpustakaan, ruang kuliah, ruang kelas, lengkap dengan asrama serta klinik kesehatan.

Seiring waktu, Masjid Agung Al-Azhar menjelma menjadi sebuah lembaga penting yang menaungi gerakan keilmuan Islam di Indonesia. Bahkan telah menjadi sebuah Universitas Al-Azhar Indonesia yang keberadaan memberi warna baru di belantika pendidikan Islam Indonesia.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel