Masjid di London Sediakan Makanan Buka Puasa untuk Petugas Medis dan Orang Tak Mampu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, London - Masjid tersibuk di London, Inggris, akan menyediakan ribuan makanan berbuka puasa bagi mereka yang membutuhkan dan pekerja NHS di rumah sakit setempat selama bulan Ramadhan.

Setiap tahun, the East London Mosque & London Muslim Center menampung ratusan orang saat matahari terbenam selama bulan suci Ramadhan untuk berbuka puasa.

Namun, ini tidak mungkin dilakukan selama Ramadhan 2021 karena pembatasan virus Corona COVID-19.

Sebagai gantinya, masjid akan mendistribusikan makanan buka puasa kepada petugas medis di garis terdepan Rumah Sakit Royal London terdekat dan orang-orang lokal yang membutuhkan, demikian dikutip dari laman Arab News, Jumat (15/4/2021).

"Salah satu hal besar yang kami lakukan di masjid setiap tahun adalah memberi makan beberapa ratus orang yang datang dan berbuka puasa," kata Khizar Mohammad, manajer media dan komunikasi masjid.

"Namun, pedoman pemerintah saat ini mengizinkan lembaga keagamaan hanya membukanya untuk salat dan oleh karena itu kami tidak dapat menyelenggarakan buka puasa."

Inisiatif berbuka puasa didanai melalui sumbangan dan setiap makan berharga 3 poundsterling atau setara Rp 60,4 ribu.

"Memberi makan orang dalam Islam adalah perbuatan baik yang sangat dianjurkan baik itu tamu Anda atau orang miskin dan membutuhkan," kata Khizar Mohammad.

"Banyak orang menyumbang untuk kampanye buka puasa dan itu didanai oleh mereka," tambahnya.

Sumbangan Makanan hingga ke Bangladesh

Ilustrasi masjid, Iduladha. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi masjid, Iduladha. (Sumber: Pixabay)

Karena banyaknya sumbangan pada tahun 2020 dan penutupan masjid di tengah kuncian nasional, kampanye tersebut mendanai makanan buka puasa di Bangladesh juga.

"Kami mendapat banyak sumbangan tahun lalu yang memungkinkan kami memberi makan lebih banyak orang. Tidak hanya secara lokal tetapi juga internasional," kata Mohammad.

Makanannya bervariasi, tetapi selalu ada pilihan daging dan vegetarian, dan buah, kurma, dan sebotol air atau jus sudah termasuk.

"Kami suka memadukan menu karena kami memiliki penerima yang berasal dari latar belakang yang kurang beruntung dan kami tidak ingin memberi mereka makanan yang sama selama 30 hari berturut-turut."

"Biryani selalu menjadi menu di beberapa titik karena popularitasnya," kata Mohammad.

Masjid juga menyediakan makanan untuk pekerja garis depan setiap minggu selama pandemi.

"Rumah Sakit Royal London berada di dekatnya dan kami telah menyediakan makanan bagi staf selama masa penutupan sebagai tanda terima kasih. Selama Ramadhan, makanan ini akan menjadi harian, bukan mingguan," kata Mohammad.

Saksikan Video Berikut Ini: