Masjid Istiqlal Siapkan Kapasitas 150 Ribu Jemaah untuk Salat Id

Merdeka.com - Merdeka.com - Masjid Istiqlal menggelar Salat Id perdana sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Masjid Istiqlal bakal tampung sebanyak 150 ribu jemaah dalam pelaksanaan shalat Ied tahun ini.

"Kita hanya mempersiapkan sekitar 75 persen (dari kapasitas maksimal), 150ribu orang," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar kepada wartawan, Minggu (1/ 5).

Angka tersebut, kata Nasaruddin, belum mencapai kapasitas maksimal lantaran masjid dengan luas sekitar 2,5 Ha ini mampu menampung sebanyak 250 ribu orang.

Kendati demikian, Nasaruddin mengatakan jika selama pelaksanaan Salat Id nanti pihaknya akan memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes), termasuk memanfaatkan ruang terbuka agar jemaah dapat menjaga jarak.

"Kalau hujan, kita akan pakai emper-empernya. Kalau enggak hujan akan lebih longgar tapi tetap prokes dimonitornya ada dimana mana, jadi tidak boleh orang masuk Istiqlal tanpa pake masker kemudian juga cuci tangan segala macam," katanya.

"Khususnya untuk daerah-daerah harus lebih disiplin lagi, karena selain sudah ada sertifikat vaksin, juga harus ada di PCR, dia mau masuk di ring 1, itu protokol dari paspampres , tapi masyarakat yang lainnya biasa," lanjutnya.

Sebelumnya, Masjid Istiqlal akan menyelenggarakan salat Idulfitri tingkat kenegaraan. Pelaksanaan salat Id tahun ini merupakan yang perdana sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

"Di bawah pimpinan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), pihak Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) sudah melakukan koordinasi tentang perayaan hari raya Idulfitri 1443 Hijriah di Masjid Istiqlal," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dalam lama istiqlal.or.id dikutip merdeka.com, Minggu (1/5).

Perayaan Idulfitri 1443 Hijriah akan berlangsung mulai malam hari dengan diselenggarakan kegiatan gema malam takbir nasional. Nasaruddin Umar menuturkan kegiatan takbir akan mengundang pimpinan negara lain yang terhubung melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Adapun terkait pengamanan pada kegiatan salat Idulfitri 1443 Hijriah tingkat kenegaraan, KH Nasaruddin mengungkapkan pihak BPMI sudah mulai berkoordinasi dengan Kemenag dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg).

Untuk diketahui Wakil Presiden Ma'ruf Amin berencana salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Setelah itu, dia akan mudik ke kampung halamannya di Banten.

"Saya sendiri mungkin saya akan salat di Jakarta. Mungkin saya di Istiqlal" kata Ma'ruf Amin seperti dalam rekaman video dari Sekretariat Wakil Presiden, Selasa (26/4). [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel