Masjid–masjid Bersejarah di Jakarta (9)

Masjid Al-Azhar, Digagas 14 Tokoh Masyumi

Jakarta, C&R Digital - Masjid Agung Al-Azhar didirikan oleh Yayasan Pesantren Islam pada 19 November 1953. Ia berdiri di atas tanah milik yayasan seluas 43.755 m2 dan selesai dibangun tahun 1958. Masjid yang dulunya bernama Masjid Agung Kebayoran Baru ini terletak di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Perubahan nama menjadi Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, dilakukan menyusul kedatangan seorang tamu yakni Rektor Universitas Al Azhar, Syeikh Muhammad Saltut. Ia terkagum-kagum dengan kemegahan masjid di negara yang ketika itu baru saja merdeka. Kemudian, Saltut menamainya menjadi Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru.

Masjid ini didirikan atas ide dari 14 tokoh Masyumi yang ingin memiliki sebuah masjid utama di kawasan ini. Tokoh-tokoh pendirinya adalah Mr. Soedirjo, Mr. Tanjung Hok, H. Gazali dan H. Suaid.

Imam besar pertama masjid itu adalah Prof. DR. Haji Muhammad Abdul Karim atau yang lebih dikenal sebagai Buya Hamka. Hamka pula yang mentradisikan aktivitas kuliah subuh, pegajian hari Ahad dan kuliah Ramadhan di masjid ini. Atas kinerjanya, di bagian bawah masjid ini dibuat aula bernama Buya Hamka.

 

Selanjutnya Masjid–masjid Bersejarah di Jakarta (10): Masjid Baitul Ihsan, Masjid bergaya Timur Tengah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.