Masjid-masjid Penyebar Islam Ratusan Tahun di Afrika Jadi Situs Unesco

·Bacaan 1 menit

Sebanyak delapan masjid di Pantai Gading, yang gaya bangunannya diyakini berasal dari Kekaisaran Mali tujuh abad yang lalu, telah mendapatkan status Warisan Dunia dari Unesco.

Bangunan-bangunan tersebut adalah "saksi yang sangat penting bagi perdagangan trans-Sahara" yang memfasilitasi penyebaran agama Islam dan budaya Islam, kata lembaga PBB urusan kebudayaan itu.

Bentuk masjid-masjid tersebut merupakan perpaduan dari gaya arsitektur Islam dan arsitektur lokal.

Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading.
Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading.

Masjid-masjid yang terletak kota Tengréla, Kouto, Sorobango, Samatiguila, M`Bengué, Kong, dan Kaouara adalah yang terlestarikan dengan paling baik di antara 20 masjid besar yang tersisa di Pantai Gading, tempat ratusan masjid pernah berdiri pada awal abad ke-20, menurut Unesco.

https://twitter.com/UNESCO/status/1419980940013617152

Menurut Unesco, mereka menampilkan interpretasi gaya arsitektur yang berasal dari abad ke-14 di Kota Djenné, bagian dari Kekaisaran Mali. Gaya itu menyebar ke Sudan pada abad ke-16 dan berkembang untuk menyesuaikan dengan iklim yang lebih basah.

Masjid-masjid di Pantai Gading memiliki gaya arsitektur khas Sudan, diduga dikembangkan antara abad ke-17 dan abad ke-19 ketika pedagang dan cendekiawan Muslim datang dari Kekaisaran Mali di selatan, memperpanjang rute perdagangan trans-Sahara.

Dua jemaat Muslim bercakap-cakap di dalam masjid di Kong
Dua jemaat Muslim bercakap-cakap di dalam masjid di Kong, Pantai Gading.
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel