Masjid yang Diyakini Dibangun Sahabat Rasulullah Ditemukan di Israel

Lazuardhi Utama, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Masjid yang diyakini dibangun oleh sahabat Rasulullah Nabi Muhammad SAW ditemukan di Israel. Bagian luar dari bangunan masjid yang ditemukan di satu penggalian di Tiberias, Israel utara, disimpulkan berasal dari abad ke-7. Sisa masjid ini ditemukan di bawah bangunan lain dari era Bizantium.

Para arkeolog yang melakukan penelitian mengatakan masjid ini dibangun pada 635, periode di mana penyebaran agama Islam di kawasan Levant, yang secara historis mengacu ke wilayah Mediterania Timur dan Asia Barat.

Masjid ini kemungkinan dibangun oleh sahabat Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Syurahbil bin Hasanah, seorang panglima perang yang menaklukkan wilayah Levant pada abad ke-7.

Lokasi penemuan masjid berada di pinggiran kota Tiberias dan diumumkan di satu pertemuan akademis. Rincian penemuannya dipaparkan setelah dilakukan penggalian selama 11 tahun, yang dipimpin pakar arkeologi Islam dari The Hebrew University of Jerusalem, Katia Cytryn-Silverman.

Di situs ini, pada 1950-an, pernah dilakukan penggalian menyusul penemuan benda-benda kuno yang kemudian diyakini berasal periode Bizantium.

Ketika dilakukan penggalian lebih lanjut, para arkeolog menemukan tembikar dan koin yang berasal dari periode awal Islam. Ditemukan pula pondasi struktur bangunan dari era awal Islam. Di bawah struktur ini, para ahli menemukan sisa-sisa bangunan yang berusia 100 tahun lebih tua.

`Sering kali tak bisa diakses`

Para ahli sejarah mengatakan masjid dari periode awal Islam sering kali tertutupi oleh bangunan masjid yang lebih baru, yang membuat para ahli tak bisa mendapatkan akses secara langsung.

Jika ada akses, para ahli bisa melakukan penelitian, seperti pada sisa-sisa reruntuhan bangunan masjid yang ditemukan di kota kuno Wasit di timur Baghdad, Irak.

Setelah dilakukan penelitian, disimpulkan masjid ini dibangun pada 703. Yang ditemukan di Tiberias, Israel utara ini beberapa dekade lebih awal.

Dr Cytryn-Silverman, yang memimpin penggalian di Tiberias, mengatakan pihaknya memiliki sumber-sumber sejarah yang menyebutkan bahwa masjid yang ditemukan timnya ini dibangun pada 635, bertepatan dengan penaklukan yang dilakukan oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Syurahbil bin Hasanah.

Ia memperkirakan masjid yang ia dan timnya temukan ini berukuran 22x49 meter, kira-kira berbentuk persegi empat dan memiliki halaman, meski ia belum bisa memastikan ukurannya.

Yang pasti, ukuran halamannya lebih kecil dibandingkan halaman masjid yang ditemukan di atasnya, yang diperkirakan 78 kali 90 meter. Masjid ini diyakikini dibangun pada periode 720 hingga 740.

Ia menjelaskan setelah penaklukkan oleh sahabat Rasulullah, Tiberias, Israel utara, menjadi pusat perkembangan politik dan ekonomi dunia Arab.

Tiberias didirikan pada sekitar tahun 20 dan namanya berasal dari kaisar kedua Romawi, Tiberius. Sebelum penaklukkan Islam pada 635, Tiberias adalah kota Yahudi dan dikenal sebagai pusat pendidikan.